BORNEONEWS, Palangka Raya - Tahun ini kasus tuberkulosis (TBC) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah menurun cukup signifikan dari 10.689 pasien menjadi 7.637 pasien.
Hal ini berdasarkan aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) yang dilakukan dengan validasi menggunakan alert dan reminder yang sudah difasilitasi dalam aplikasi.
Kemudian rumah sakit fasilitas layanan pengobatan Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) di Kalteng saat ini masih terkonsentrasi di Kota Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit, sementara fasilitas Tes Cepat Molekuler (TCM) sudah tersedia di seluruh Kabupaten di Kateng.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul mengutarakan penanggulangan TBC bukan hanya urusan sektor kesehatan saja, melainkan menjadi tanggung jawab lintas sektor agar cita-cita eliminasi TBC 2030 dan Indonesia Bebas TBC 2050 dapat tercapai.
"Kasus TBC menurun tahun ini, dengan menggunakan pencatatan pelaporan TBC merupakan sistem yang paling reliable dari seluruh aplikasi surveilans yang ada di Kementerian Kesehatan, sehingga dijadikan prospek sebagai aplikasi baseline Satu Sehat," katanya, Selasa, 7 November 2023.
Dalam aplikasi itu menurutnya, seringkali mengalami permasalahan seperti kesibukan atau kesulitan dalam berkoordinasi maka alert dan reminder tersebut tidak dapat ditindaklanjuti dengan segera.
"Oleh karena itu validasi data bersama-sama memperbaiki pencatatan dan pelaporan berupaya meningkatkan koordinasi dan menjalin kerja sama dalam bekerja, dan selalu tertuju pada komitmen Indonesia bebas TBC 2050 dan percepatan eliminasi TBC pada tahun 2030," tandasnya. (MARINI/R)








