BORNEONEWS. Sampit - Keberhasilan jajaran petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sampit menangkap dua narapidana (napi) kabur atas nama Agus Bambang (24) dan Anang (28) pada Jumat (22/4/2016) lalu membuat mereka mendapatkan titik terang untuk meringkus dua orang lainnya.


Dua orang yang masih dalam pelarian itu yakni Yuli Nurhadi (25), warga Desa Bandar Agung, Kecamatan Parenggean, Kotim. Dia divonis seumur hidup akibat membunuh empat orang dalam satu keluarga di daerah tersebut. 


Sedangkan napi lain yang belum tertangkap adalah Rasmono (28) warga Desa Sumber Makmur, Kecamatan Telawang, Kotim. Terpidana tersbeut divonis 15 tahun penjara akibat tersangkut kasus pembunuhan di daerah Kecamatan Telawang.


“Masih ada dua napi yang belum berhasil kami tangkap. Namun dengan tertangkapnya dua orang ini  akan ada sedikit titik terang. Sehingga kami minta mereka segera menyerahkan diri sebelum kami tindak tegas,” ujar Kepala Lapas Klas B Sampit Supari, Minggu (24/4/2016).


Supari mengatakan, tindakan tegas yang diberikan nantinya tidak hanya berupa sanksi, namun juga petugas lapas akan memberikan tembakan terhadap kedua napi tersebut. Sehingga dia meminta agara kepada seluruh keluarganya atau masyarakat segera melaporkan persembunyian kedua orang ini. Sehingga mereka dapat segera menangkapnya.


“Kalau masih belum menyerahkan diri, kami siap menindak tegas berupa tembakan terhadap kedua napi tersebut,” lanjut Supari.


Dari informasi yang dihimpun Borneonews, seorang dari kedua terpidana kasus pembunuhan itu diduga kusat sebagai otak dari pelarian keempat napi tersebut. Apalagi melihat dari pelarian yang dilakukan, hingga saat ini baik pihak lapas maupun polisi yang mencarinya belum juga berhasil menangkapnya.


Namun hal itu tidak membuat petugas maupun polisi menyerah. Supari mengatakan bahwa mereka akan terus mengejar kedua terpidana tersebut, dan tentunya meringkus mereka. Ini dilakukan agar masyarakat di daerah ini tidak lagi ketakutan dengan kaburnya kedua napi kasus pembunuhan yang terkenal sadis ini.


“Akan terus kami kejar, dan para intel dari lapas juga sudah kami sebar untuk mencari persembunyiaan mereka tersebut. Diharapkan juga kepada keluarga yang memang mengetahui dimana tempat tinggal napi itu tidak menutup-nutupi persembunyian mereka,” ungkap Supari. (HAMIM/m)