BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis mengharapkan gelaran Festival Tunas Bahasa Ibu atau FTBI tahun 2023 ini bisa menjadi wadah revitalisasi bahasa daerah.
Memang, lanjut Muis dalam keterangan resminya kemarin, FTBI ini dilaksanakan setelah pihaknya usai melaksanakan Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah telah selesai dilaksanakan bulan Mei lalu. Kesemuanya ini, lanjut Muis, merupakan rangkaian dari kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah atau RBD yang diakhiri dengan kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu atau FTBI ini.
"Kita berharap bahwa kegiatan yang diikuti lebih dari 72 peserta lomba tingkat SD dan SLTP ini bisa menjadi wadah revitalisasi bahasa daerah," kata Muis.
Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2023 bahasa Melayu Dialek Kotawaringin digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah pekan ini. Karena itulah pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu atau PTBI yang digelar Selasa, 7 November 2023 kemarin dilaksanakan di Hotel Arsela, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
"Para siswa inilah nantinya yang akan menjadi tunas-tunas baru penutur bahasa Melayu Dialek Kotawaringin," tuturnya.
--page
Dengan terselenggaranya kegiatan FTBI ini, kata Muis, diharapkan bahasa dan sastra daerah di Indonesia semakin terlindungi, terpelihara, dan terevitalisasi.
"Selain itu juga kita berharap bahasa dan sastra daerah dapat terus menjadi kebanggaan dan identitas lokal dalam bingkai persatuan dan kesatuan Indonesia," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/Y)









