BORNEONEWS, Sampit - Larangan truk angkutan berat masuk kota seolah ‘macan ompong’. Terkait maraknya truk bandel melintasi jalan dalam kota ini, DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur meminta instansi terkait kembali menggencarkan razia.


“Kami melihat truk-truk angkutan berat kembali masuk kota di luar waktu yang ditentukan. Mereka (angkutan berat) tampaknya kembali membandel, saat intensitas rezia berkurang,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim Agus Seruyantara, saat dihubungi, Minggu (24/4/2016).


Menurut dia, larangan pembatasan jam operasional truk angkutan melintasi jalan dalam kota tetap berlaku. Meskipun saat ini jalur alternatif agar truk angkutan masuk kota, yakni Jalan Lingkar Selatan belum diperbaiki.


“Memang betul jalur Lingkar Selatan belum dilakukan perbaikan, karena saat ini dalam proses lelang di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Tetapi larangan truk angkutan berat masuk kota pada pukul 05.00 Wib-22.00 Wib masih diberlakukan,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.


Dia menyebutkan, banyak sisi positif pembatasan operasional truk masuk kota. Antara lain mampu menekan titik-titik kemacetan lalu lintas dan meningkatkan rata-rata kecepatan kendaraan. Selain itu, pembatasan truk diyakini juga berdampak terhadap penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas di jalan raya.


Karena itu, dengan kembali maraknya angkutan berat masuk kota, Agus berharap instansi terkait kembali menggencarkan razia. Pos-pos pemantau harus diaktifkan untuk mengawasi dan merazia angkutan berat yang membandel.


Sementara itu, pantauan di lapangan, Minggu (24/4/2016), di Jalan HM Arsyad Sampit, masih banyak truk angkutan berat yang melintas, terutama truk angkutan minyak mentah kelapa sawit (Crude Palm Oil-CPO).


Hal itu juga diakui Dani, 42, warga sekitar, yang menyatakan sejak beberapa pekan terakhir angkutan berat kembali ramai melintas.


“Itu sudah kami prediksi. Kemarin kan razia digencarkan karena ramai-ramai diberitakan angkutan CPO menabrak siswi SMA hingga tewas. Sekarang sudah tidak ribut-ribut lagi dan razia pun menurun, ya angkutan berat kembali lagi masuk kota,” cetus dia. (RIFQI/m)