BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga telur di pasaran memang sangat fluktuatif. Sempat menyentuh harga Rp2.500 di pasar eceran hingga kini kembali ke harga Rp2.000 per biji, hanya saja tidak pernah kembali ke harga Rp1.700-Rp1.800 lagi.
Menurut salah seorang pedagang telur di Pasar Rajawali, Palangka Raya, Joni, hal ini memang biasa terjadi pada komoditi telur diakibatkan harga pakan ayam yang kian mahal.
"Harga telur ini mengikuti harga pakan ayam. Sekarang harga pakan ini mahal sekali makanya harga telur juga ikut mahal," kata Joni kepada Borneonews pada Kamis, 9 November 2023.
Menurut Joni, dirinya sudah menggeluti usaha pada komoditi telur ini sejak tahun 2014 sehingga tahu turun naiknya usaha tersebut.
"Sudah biasa itu. Kalau harga pakan naik, pasti harga telur juga ikut naik. Apalagi pakan peternak ayam di Palangka Raya ini kan didistribusi dari Banjarmasin, bertambah lagi biaya angkutnya," bebernya.
Meski demikian Joni mengaku selama menggeluti usaha ini dirinya sudah tidak kaget dengan fenomena ini hanya saja masyarakat yang kadang tidak memahami sebab akibat tersebut.
"Untuk sekarang harga telur ayam ras mulai Rp1.800 hingga Rp2.100 per butir tergantung ukurannya. Kalau beli langsung satu tabak bisa aja kurang," tuturnya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)









