KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas kembali memberikan informasi dan edukasi kesehatan, diantaranya melalui radio siaran pemerintah daerah setempat.

Narasumber yakni dr. Erny Indrawati bersama Koordinator Unit Promkes RSUD Kapuas, Popo Subroto mengulas tentang Hari Stroke Sedunia, pada Kamis, 9 November 2023.

dr. Erny yang bertugas sebagai Dokter Umum Madya dan juga sebagai Dokter Penanggungjawab UTD RSUD Kapuas, menjelaskanbtema peringatan Hari Stroke Sedunia tahun 2023 ini yaitu,“Together We Are Can, Greater Than Stroke”.

“Tujuan peringatan peringatan Hari Stroke Sedunia ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang penyakit stroke serta mengajak masyarakat dunia untuk mencegah penyakit ini sedini mungkin,” kata dr Erny.

Menurut WHO, kata dr Erny stroke adalah keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa penurunan fungsi otak baik fokal maupun global, yang dapat memberat dan berlangsung selama 24 jam atau lebih. 

--page

Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah sehingga sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel/ jaringan.

"Yang paling ditakuti orang apabila stroke, antara lain kecacatan dan kematian, karena stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung," jelasnya.

Ia mengatakan, bahwa stroke menjadi menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. Ia menjelaskan menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) pada tahun 2019 menunjukkan stroke sebagai penyebab kematian utama yaitu 19,42 persen dari total kematian di Indonesia.

Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, prevalensi stroke di Indonesia meningkat dari 7 per 1000 penduduk pada tahun 2013 menjadi 10,9 per 1000 penduduk di tahun 2018.

"Meskipun stroke menjadi penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di seluruh dunia, namun sekitar 90 persen kasus stroke sebenarnya dapat dicegah, yaitu dengan mengendalikan faktor risiko seperti darah tinggi, merokok, diet tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, kencing manis, gangguan irama jantung," ujarnya.

--page

Berdasarkan kondisinya, stroke terbagi 2 jenis, yaitu stroke iskemik, dimana terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat atau menyempit karena pembekuan darah atau aterosklerosis (penumpukan kolesterol di dinding pembuluh darah). 

Kemudian stroke hemoragik, yaitu terjadi ketika pembuluh darah di bagian otak mengalami kebocoran atau pecah. Biasanya kebocoran disebabkan karena pembuluh darah sudah dalam kondisi rentan sehingga tidak dapat mengalirkan darah ke otak lagi. 

"Stroke hemoragik bisa menyebabkan seseorang mengalami koma, bahkan kematian jika perdarahan tidak segera dihentikan," jelasnya. (DODI/j)