PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappendalitbang) Kalteng, Leonard S. Ampung mengingatkan pengaruh high base effect terhadap pertumbuhan ekonomi Kalteng.

Hal itu yang ditengarai memicu perlambatan ekonomi Kalteng triwulan II 2023 sebesar 2,96 persen Year On Year (yoy), dibandingkan Triwulan I 2023 yang tumbuh 3,22 persen (yoy).

“Kondisi high base effect merupakan pengaruh negatif dari berakhirnya periode windfall komoditas komoditas unggulan Kalteng pada periode awal tahun 2022,” ungkap Leonard saat mewakili Sekda Kalteng dalam Konreg PDRB Provinsi Kalteng di Palace Ballroom Aquarius Boutique Hotel Sampit, Kotawaringin Timur, Kamis, 9 November 2023.

Kemudian ditambah kontraksi lanjutan sektor pertambangan dan penggalian yang mencapai -17,89 persen (yoy), yang memberikan tekanan terhadap kinerja Ekspor sebagai komponen utama struktur ekonomi Kalteng.

Leonard menambahkan, pada tahun 2022 gap positif laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi antara Kalteng dengan Pulau Kalimantan atau Nasional.

--page

Hal itu mengindikasikan bahwa Kalimantan Tengah menerima keuntungan yang lebih tinggi atas peningkatan harga global komoditas batu bara dan CPO.

“Sebagai dampak lanjutan, dalam pembentukan angka pertumbuhan ekonomi tahun 2023, Kalimantan Tengah mengalami high base effect yang lebih tinggi dari wilayah lainnya,” tuturnya.

“Terlebih lagi, nilai pertumbuhan sektor aktivitas ekonomi lainnya tumbuh lebih lambat dari regional Pulau Kalimantan dan Nasional," tambah Leonard. (HERMAWAN DP/j)