BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penjabat (Pj) Bupati Kapuas, Erlin Hardi memimpin rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting, bertempat di Aula Rujab Bupati setempat.
Rapat dihadiri Sekda Kapuas, Septedy, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dari instansi terkait lainnya.
"Kami membahas percepatan penurunan stunting. Karena semua ini lintas OPD tentunya, program program dan arah penanganan stunting itu seperti apa," kata Erlin Hardi, Jumat, 10 November 2023.
Agar, lanjut dia dari OPD-OPD itu nanti program programnya apa sehingga nanti terukur apa yang dilakukan.
"Inilah yang kami bicarakan hari ini. Apa yang sudah disepakati tadi diharapkan OPD OPD ini segera bergerak actionnya seperti apa," ucapnya.
--page
Terutama, lanjut dia dalam mengejar target nasional angka prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024 nantinya.
"Pada posisi sekarang kita (Kabupaten Kapuas), ada diangka 17 persen di kita targetnya," ucapnya.
Erlin juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sudah punya program, yaitu Gerakan masyarakat menuju Kapuas bebas stunting.
"Inilah nanti yang mengerucut ke arah sana.
Saya juga sampaikan agar tiap bulan OPD OPD itu menyampaikan laporannya kepada pak Sekda, sehingga nanti kita bisa evaluasi setiap bulan target yang kita capai, agar dimaksimalkan," pintanya.
Ia juga mencontohkan pola penanganan stuntung lintas OPD tersebut misalnya seperti di Dinas PUPR PKP Kapuas itu bisa menangani sanitasi dan air minum.
"Dari data data stunting di desa itu bergerak ke sana, tapi tidak bergerak sendiri. Mungkin dari Dinas P3APPKB ada juga kegiatan di sana, sehingga keroyokan di sana. Program program yang spesifik dan sensitif itu dulu yang di breakdown semua. Sehingga nanti keterpaduan program bisa dilaksanakan serentak jadi tidak parsial lagi," pungkasnya. (DODI/Y)









