PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dr Ranintha Br Surbakti mengatakan, penyuluhan kesehatan yang merupakan kegiatan rutin Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS) terutama yang berkaitan dengan stroke. Serta pentingnya mengetahui faktor-faktor apa saja penyebab stroke.

Kegiatan promosi kesehatan katanya menyasar sampai Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei Palangka Raya. Ia pun menjelaskan stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke bagian otak terganggu atau berkurang. 

"Hal itu membuat jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi. Jika tidak segera ditangani, dalam beberapa menit sel-sel di otak bisa mati. Penyakit stroke adalah keadaan darurat sehingga perawatan yang cepat adalah sesuatu yang sangat penting," katanya, Jumat, 10 Novembet 2023.

Ia mengutarakan, tindakan penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah kemungkinan munculnya komplikasi. 

Untuk itu pentingnya edukasi dan sosialisasi. Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko dari stroke. Faktor resiko yang berpotensi tinggi menyebabkan stroke, seperti usia risiko stroke meningkat dua kali lipat setiap pertambahan usia 10 tahun dari usia 55 tahun.

Kemudian, riwayat keluarga jika memiliki risiko stroke lebih besar orang tua, kakek-nenek, atau saudara yang juga mengalami stroke. Maka kemungkinan bisa memiliki penyakit yang serupa.

--page

Kemudian, jenis kelamin sebab setiap tahunnya kejadian stroke pada wanita lebih banyak daripada pria, dan stroke lebih banyak menyebabkan kematian pada wanita daripada pria.

"Beberapa gejala dan tanda stroke lainnya, yaitu Mual dan muntah, sakit kepala hebat yang datang secara tiba-tiba, disertai kaku pada leher dan pusing berputar (vertigo), penurunan kesadaran, sulit menelan (disfagia), sehingga mengakibatkan tersedak, gangguan pada keseimbangan dan koordinasi, hilangnya penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan," jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan gawat darurat harus segera dilakukan oleh dokter adalah memberi pengobatan untuk mencegah terjadinya kerusakan otak yang semakin parah. 

Ia menganjurkan cegah stroke dengan perilaku yaitu cek kesehatan secara rutin, rajin aktifitas fisik, istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang dan sehat, jaga pola hidup sehat. (MARINI/H)