HINGGA kini hasil tangkapan ikan laut di Pulang Pisau masih banyak dibeli dari Banjarmasin, Kalsel.
Sebab hingga kini masih belum ada pembeli lokal yang mampu menampung hasil tangkap ikan laut dari Pulang Pisau yang jumlahnya cukup besar.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pulang Pisau, Riduan Syahrani menyebut masalah jalan merupakan kendala utama, sehingga para nelayan memilih memasarkan hasil tangkapannya lewat laut.
“Pasaran kita masih mengandalkan Banjarmasin karena orang kita belum bisa menarik dalam jumlah besar, misalkan hasil tangkapan tiga ton, kita belum mampu dan belum ada yang bisa menampung di sini,” terangnya.
Dia menjelaskan alasan nelayan menjual hasil tangkapannya ke pembeli dari Banjarmasin karena semua ukuran ikan yang kecil dan besar semuanya dibeli.
“Infrastruktur harus diperbaiki. Jika tidak akan merusak hasil laut kita,” terangnya.
Dia mengatakan hasil tangkap ikan dan budidaya tambak saat ini merupakan sektor andalan bidang perikanana bagi Pulang Pisau.
“Hasil tangkapan kita hingga 17 ribu ton dan untuk tambak lebih dari 2.000 hektare,” katanya.
Dia menyebut kondisi infrastruktur darat yang menghubungkan Pulang Pisau dengan wilayah pesisir di Kahayan Kuala dan
Sebangau Kuala masih menyulitkan nelayan untuk memasarkan hasil tangkapannya.
“Mungkin kalau jalan sudah bagus baru banyak nelayan yang mau menjualnya melalui Pulang Pisau,” jelasnya.
Riduan menambahkan transaksi ikan menggunakan kapal dari muara laut ke pasar Pulang Pisau butuh waktu lama dibanding dengan kapal yang datang dari Banjarmasin ke wilayah tangkap ikan laut di Kahayan Kuala dan Sebangau Kuala. (DY/B-6)


