BUPATI Barito Selatan, Farid Yusran mengharapkan kaum muslimin bebas buta aksara Arab.
“Melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran dan lembaga lain diimbau membina secara kontinyu, terpola, dan terukur sampai ke desa,” kata Farid seusai membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40, Jumat (22/4/2016) malam.
Dia mengatakan jatuh dan jayanya umat Islam tergantung jauh dekatnya umat dengan kitab sucinya.
Bila umat Islam menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup, niscaya umatnya akan maju, cerdas dan sejahtera, lahir bathin dunia akhirat.
Untuk itu kaum muslimin diimbau agar bisa berbahasa Arab. Untuk itu ke depannya Pemkab Barsel akan meningkatkan pengajian kepada anak usia dini, remaja masjid, dan penempatan guru agama di pedesaan yang bisa menguasai bahasa Arab.
Jika umat Islam tidak bisa baca tulis Al Quran, sambungnya, apalagi jauh dari Al Quran, maka kemunduranlah yang dialami.
Ketua LPTQ Barsel, Fajar menjelaskan untuk memberantas buta aksara Arab perlu dikembangkan dan tingkatkan jumlah taman pendidikan Al Quran (TPA) di desa.
“Dari TPA itulah awal belajar baca tulis Al Quran, sehingga tumbuh dan berkembangnya Al Quran sudah dirasakan dari usia dini,” ucapnya.
Tapi kendala yang dihadapi sekarang adalah pengajar agama Islam di des masih ada yang belum fasih baca tulis Al Quran.
“Kementerian Agama akan menugaskan guru agama yang fasih baca tulis Al quran dan siap ditempatkan di desa, sehingga ke depannya upaya ini akan meminimalisasi buta aksara Arab,” jelasnya.
Pelaksanaan MTQ ke-40 ini dilaksanakan 22-25 April 2016 yang diikuti 215 kafilah dari enam kecamatan.
Adapun cabang yang dilombakan seperti tilawah, tartil putra dan putri golongan dewasa, remaja dan anak serta cabang tahfiz 5 juz, 10 juz hingga 30 juz dari semua golongan. (B-6)


