BORNEONEWS, Sampit - Ratusan warga dari Desa Tumbang Kalang dan sekitarnya, di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, melakukan aksi demo di depan kantor DPRD Kotim, Senin (25/4/2016). Mereka menuntut pemerintah kabupaten dan DPRD mendengarkan aspirasi masyarakat dan menyikapinya.


Para demonstran datang dengan mengenakan ikat kepala kain berwarna merah dan puluhan spanduk menuntut pemkab dan DPRD. Mereka juga mengecam operasional PT Bangkitgiat Usaha Mandiri (BUM), yang dinilai telah membohongi dan mengabaikan hak-hak masyarakat.

Seperti spanduk yang bertuliskan 'Ini Bumi Borneo Bung …! Kami bukan anti investor, kami butuh pengusaha yang mensejahterakan rakyat, bukan pengusaha yang hanya bisa mengubar janji, merampas lahan rakyat. Di sini tidak ada tempat bagi pengubar janji. Di sini tidak ada tempat bagi perampas lahan rakyat. Di sini tidak ada tempat bagi imperialis hitam.'

“PT Bum 2003 sampai 2016 kami rakyat antang kalang makan pepesan kosong'.


Setelah menyampaikan aspirasi sekitar satu jam, demonstran ditemui sejumlah wakil rakyat di DPRD Kotim dipimpin Wakil Ketua DPRD Kotim Parimus. Setelah negosiasi dengan penanggung jawan dan koordinator aksi, 20 orang perwakilan demonstran diterima untuk rapat dengar pendapat di ruang paripurna DPRD Kotim. (RIFQI/m)