PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siti Nafsiah meminta kepada pemda supaya mendorong tim percepatan penurunan stunting (TPPS) agar bisa memaksimalkan tugas dalam penanganan stunting.

TPPS merupakan garda terdepan dalam upaya menangani stunting, dan tim ini dibentuk agar dalam menangani stunting di daerah bisa maksimal, sehingga prevalensi stunting bisa terus mengalami penurunan.

"Khususnya di Kalteng sendiri TPPS telah dibentuk untuk semua daerah. Namun masih ada sejumlah TPPS di daerah yang belum bekerja maksimal, ini yang perlu menjadi perhatian," ucapnya, Minggu, 12 November 2023.

Ia mengatakan, meski Kalteng secara umum mengalami penurunan prevalensi stunting berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 lalu, namun persentasenya tetap masih tinggi.

"Turunnya 0,5 persen dari 27,4 di 2021 menjadi 26,9 di 2022. Itu masih tergolong tinggi. ini yang harus menjadi perhatian serius, terlebih lagi pemprov menargetkan di 2024 prevalensi stunting Kalteng turun 15,28," ujarnya.

Target itu harus bisa dicapai dengan baik, oleh karenanya seperti halnya TPPS provinsi, kabupaten dan kota harus bisa bekerja maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya melakukan upaya penurunan stunting di daerah masing-masing

--page

"Fokus dalam menjalankan program juga harus dilakukan menyeluruh, dati kota hingga pedesaab. Karena, stunting ini banyak terjadi di pedesaan apalagi yang tidak memiliki layanan kesehatan, itu yang harus diprioritaskan," tandasnya. (DONNNY D/R)