PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plh Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan, mengungkapkan keprihatinan terkait masalah stunting di wilayahnya.

Menurutnya, data terbaru menunjukkan bahwa terdapat 186 anak yang mengalami stunting. Stunting sendiri adalah kondisi di mana pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak terhambat akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang.

Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah bersama-sama berbagai pihak terkait sedang berupaya untuk mengatasi masalah ini melalui program-program kesehatan dan gizi yang lebih intensif.

"Upaya penanggulangan stunting tidak hanya terfokus pada pemberian suplemen gizi, namun juga melibatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan bergizi," katanya, Senin, 13 November 2023.

Hasan menegaskan, edukasi kepada orangtua dan keluarga merupakan kunci utama untuk mencegah stunting sejak dini.

--page

Dalam hal ini, pemerintah setempat bersinergi dengan lembaga kesehatan dan organisasi non-pemerintah guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memberikan gizi yang cukup kepada anak-anak.

Meskipun angka stunting menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan, upaya penanganan terus dilakukan secara komprehensif.

"Kami berharap agar dengan peran serta semua pihak, baik dari pemerintah maupun masyarakat, masalah stunting dapat diminimalkan bahkan dihilangkan dalam jangka waktu yang lebih singkat," ungkapnya.

Peningkatan kualitas gizi dan kesadaran masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah nyata menuju penurunan angka stunting yang signifikan di masa depan. (HENDRI/H)