BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti mengakui inflasi Oktober 2023 lebih tinggi dibandingkan Oktober dua tahun terakhir.
“Komoditas utama penyebab inflasi bulan Oktober 2023 (m-to-m) komoditas beras, cabai rawit, cabai merah, serta gula pasir,” ungkapnya saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual bersama Mendagri, leading sektor terkait dan pemerintah daerah, Senin, 13 November 2023.
Ia menyebutkan bahwa beras menjadi penyumbang andil inflasi terbesar, baik secara bulanan, tahunan maupun tahun kalender.
“Beras masih tinggi levelnya dan belum menunjukkan penurunan, tetapi sudah menunjukkan harga yang mendatar, tidak ada tanda-tanda kenaikan tetapi harga flat di level yang masih tinggi” sebutnya.
Sedangkan cabai merah memang masih terdapat tren peningkatan harga, termasuk cabe rawit tren peningkatan harganya relatif tinggi.
Kemudian gula pasir, inflasi bulan ke bulan (m-to-m) mencapai 1,59 persen dan jika dilihat, jumlah atau level harga gula pasir ini masih dalam tren yang meningkat. (HERMAWAN DP/R)









