BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok - PT Adaro Indonesia perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara, beroperasi di 2 Provinsi yakni, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah serta di enam kabupaten di antaranya Tabalong, Barito Timur dan Kabupaten Barito Selatan.

Tak hanya mengeruk keuntungan dari emas hitam tersebut mereka terus membina, memberdayakan serta meningkatkan perekonomian masyarakat di lingkungan perusahaan melalui berbagai program, salah satunya melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

CSR yang disalurkan tersebut yakni bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan lingkungan.

"Kita terus mendorong, membina, serta memberdayakan kelompok masyarakat  di lingkungan perusahaan untuk meningkatkan perekonomian melalui program CSR,” kata Manager CSR PT Adaro Indonesia, Firman kepada Borneonews via whatsApps, Senin, 13 November 2023.

Pihaknya tak hanya menyalurkan dana CSR bagi kelompok masyarakat. Namun juga berupaya semaksimal mungkin, agar bisa mensejahterakan masyarakat.

--page

“Agar program berjalan dengan baik kita juga memberikan pelatihan, pendampingan, pemasaran/promosi dan permodalan bagi kelompok tani dan anyaman,” jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menyalurkan CSR kepada Pemkab Barito Selatan. Ini merupakan komitmen dari PT Adaro bersama mitra kerja dalam setiap tahunnya untuk mendukung pemberdayaan, dan pembangunan.

Ia berharap, kontribusi dari pihaknya itu dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh komponen yang ada di Barito Selatan.

Sementara Kabag Perekonomian dan SDA Setda Barsel, Mulyadi Harry Perin mengatakan pihaknya mengapresiasi PT Adaro yang telah melaksanakan kewajiban yakni program CSR yang selama ini terus berjalan dengan baik. 

“Tak hanya pemkab Barsel yang menerima program CSR PT Adaro, tetapi juga masyarakat di lingkungan perusahaan,” ucap dia.

--page

Ia membeberkan untuk Pemkab Barsel pada tahun 2021 menerima CSR dari PT Adaro sebesar Rp 3,487 miliar, tahun 2022 Rp 4,310 miliar dan tahun 2023 sebesar Rp 4,801 miliar.

Ini, lanjut dia, telah berjalan lama puluhan bahkan 15 tahun yang lalu pemkab Barsel selalu menerima CSR. Dana CSR tersebut akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“PT Adaro ini menjadi contoh bagi perusahaan yang lain. Kita berharap perusahaan lain yang beroperasi di wilayah Barito Selatan bisa mencontoh Adaro agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat langsung,” harap dia.

Sementara Lurah Mangkatip Yong Cifat Desprianto tahun ini pihaknya setiap tahun menerima CSR dari PT Adaro. Tahun ini juga akan menerima CSR tersebut.

Untuk tahun ini berdasarkan hasil rapat atau kesepakatan masyarakat program yang akan dilaksanakan diantaranya membeli tarub, membeli mesin pemadam kebakaran lengkap dengan selang dan nosel, proclin, bak sampah.

--page

Kemudian membantu membangun WC bagi masyarakat kurang mampu, lomba anyaman tingkat Desa, pemenangnya akan mengikuti lomba antar Kecamatan.

“Intinya program CSR ini sangat membantu masyarakat di Kelurahan Mangkatip,” ucap dia. 

Sementara itu lanjut dia, kelompok tani suka maju merupakan binaan PT Adaro sejak tahun 2018 lalu hingga saat ini telah sukses menanam sayuran seperti lombok, terong dan sayuran lainnya dengan sistem ditanam dalam polybag.

Penanaman di polybag ini dilakukan karena wilayah mangkatip atau Kecamatan Dusun Hilir merupakan dataran rendah dan rentan banjir.

“Saat ini mereka juga telah membentuk kelompok yang melibatkan masyarakat. Mereka ini sangat berkembang, dan sukses meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata dia.

--page

Ketua kelompok Melati, Sinawesi mengatakan pihaknya merupakan binaan PT Adaro dalam pengolahan anyaman rotan dari tahun 2010 yang lalu.

“Kita juga mengikuti pelatihan dan permodalan dari Adaro, tak hanya itu juga mendapatkan mesin bantuan CSR,” ucap dia..

Pihaknya membuat tas, dompet lawung dan sumping dengan bermacam-macam model.

Dalam pemasarannya, di bantu atau difasilitasi PT Adaro di seputaran Kalimantan Tengah serta juga pernah dibawa mengikuti pameran ke Jakarta.

“Kita sejak tahun 2010-2020 di bina Adaro. Namun karena dianggap maju dan berkembang kita tidak lagi dibina adaro. Kita telah mandiri selama 3 tahun ini,” kata dia.

--page

Ia menyebutkan saat ini perekonomian masyarakat khususnya para kelompok Melati meningkat setelah mendapatkan binaan dari adaro.

Sementara Kepala Puskesmas Dusun Hilir Mispul mengatakan pihaknya juga setiap tahunnya mendapatkan CSR dari PT Adaro diantaranya satu unit speedboat ambulance.

“Tak hanya itu juga renovasi peninggian gedung rawat inap puskesmas, ambulance roda tiga, alkes dan renovasi Poskesdes Kalanis Murung,” ucap dia.

Ia menyebutkan bantuan CSR tersebut sangat membantu pihaknya untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan. (URIUTU/j)