BORNEONEWS, Sampit - Angka pengangguran di Kabupaten Kotawaringin Timur mencapai 6.000 jiwa lebih atau sekitar 7% dari jumlah penduduk di daerah itu pada 2016.


“Secara umum pengangguran terbuka di Kotim jumlahnya masih naik turun dan penanganannya akan menjadi salah satu program prioritas dan PR (pekerjaan rumah) bagi kami selama ini,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kotim, Bima Ekawardana, Senin (25/4/2016).


Pemerintah Kotim terus berupaya mengurangi angka pengangguran di daerah itu dengan menggelar berbagai pelatihan dan pembinaan keterampilan. Ini dengan harapan pemuda dan pemudi Kotim bisa terserap di dunia kerja.


Meski untuk mengurangi jumlah pengangguran di daerah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, pemerintah daerah terus berupaya untuk mengurangi dengan berbagai program yang sudah dicanangkan.


“Ini tidak semudah membalikkan telapak tangan menghapus pengangguran ini tapi kita beruaaha untuk mengurangi,” kata Bima.


Meski jumlah pengangguran di daerah itu masih tinggi, namun perusahaan tetap memprogramkan antara kerja antardaerah (AKAD) untuk mendatang pekerja luar daerah. 


Disinggung mengenai hal tersebut, Bima mengatakan, bahwa langkah itu dilakukan perusahaan karena sumber daya manusia (SDM) di daerah masih belum mumpuni.


“Memang kendala kita pada kualitas SDM. Karena memang kualitas SDM kita belum bisa memenuhi kebutuhan perusahaan atau perusahaan melalui AKAD mendatangkan pekerja dari luar yang terampil dibidangnya sesuai kebutuhan,” ujarnya.


Dengan kondisian yang demikian, maka pemerintah daerah terus memprogramkan pelatihan dan pembinaan terhadap tenaga kerja local melalui berbagai pelatihan keterampilan. Jadi mereka bisa terserap di dunia usaha atau bisa membuka usaha sendiri dengan menciptakan lapangan kerja di tengah masyarakat.


Selain itu, tambah Bima, pemerintah terus bersinergi dengan perusahaan untuk melakukan sejumlah pelatihan keterampilan terhadap calon tenaga kerja lokal. Sehingga tidak hanya pemerintah yang memberi pembinaan tetapi juga perusahaan.


“Memang ada mereka (perusahaan) memberikan pembinaan terhadap warga lokal. Tapi ini juga perlu kita himbau agar perusahaan bisa bersinergi dengan kita dalam rangka meningkatkan sinergi dengan kita untuk pembinaan calon tenaga kerja lokal ini,” ucapnya. (RAFIUDIN/m)