BORNEONEWS, Sampit -  Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar pelatihan keterampilan berbasis komptensi untuk putra-putri daerah di tujuh kecamatan secara bersamaan.


Kepala Dinsosnakertrans Kotim Bima Ekawardana mengatakan, tujuh kecamatan yang ditunjuk untuk menggelar pelatihan ini yakni, Kecamatan Kotabesi menggelar pelatihan menjahit, Kelurahan Tanah Mas Kecamatan Baamang menggelar pelatihan elektronik. Pelatihan instalatir penerangan atau listrik di Kecamatan Parenggean, pelatihan otomotif sepeda motor di Cempaga Hulu, pelatihan kejuruan mobil diesel di Telaga Antang, Mebelair di Mentaya Hulu, Las Listrik di Cempaga. Sedangkan work shop computer diadakan di KLK Kotim.


“Ini tujuannya supaya kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para pemuda kita yang ada di Kotim, makanya kita menginventarisir pemuda kita kecamatan, kelurahan dan desa untuk mengikuti pelatihan kejuruan yang kita laksanakan ini,” ujar Bima, usai membuka pelatihan keterampilan kejuruan berkasis komptensi di KLK Kotawaringinim, Senin (25/4/2016).


Dia mengungkapkan, jika diakumulasi selama 2016 ini Donsosnakertrans sudah mencetak 384 putra-putri Kotim yang memiliki keterampilan tambahan dan diyakini mampu berkarya, baik yang direkrut oleh perusahaan sekitar maupun membuka usaha secara mandiri. Hal ini diharapkan akan berdampak signifikan terhadap upaya pengurangan penangguran yang dari tahun ke tahun selalu naik.


Kegiatan seperti itu katanya akan terus dilaksanakan pemerintah daerah guna meningkatkan SDM local yang berdaya saing. Ke depan tidak hanya di kecamatan itu, tetapi ditargetkan semua kecamatan akan dilakukan hal yang sama.


“Ini baru delapan kecamatan nanti ada paket selanjutnya kita laksanakan di kecamatan lain. Semua kecamatan Insya Allah kita ikutkan. Target dari kegiatan ini menciptakan SDM yang berkualitas dan terampil dibidang mereka minati, supaya selain mereka bisa berusaha sendiri juga mampu menciptakan lapangan kerja juga barangkali ada yang ingin bekerja di perusahaan, ini menjadi bekal mereka terjun ke perusahaan,” ujarnya.


Bima menambahkan, dari waktu ke waktu semakin banyak investor yang mengembangkan usaha yang lokasinya berada di kecamatan dan desa. Berkembangnya investor di daerah tentu memiliki efek terutama berdampak positif terhadap perkembangan usaha jasa. Namun masih sedikit masyarakat sekitar yang mendapat kesempatan atau ambil bagian atas investasi tersebut. Hal tersebut karena berbagai kendala, diantaranya terbatasnya keterampilandan kemampuan SDM.


“Menanggai ini pemerintah daerah menetapkan salah satu kebijakan perlunya peningkatan kemampuan SDM masyarakat dengan memberikan bekal keterampilan melalui pelatihan kejuruan di kecamatan, desa serta kelurahan,” ucapnya. (RAFIUDIN/m)