TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pj Ketua TP PKK Kabupaten Barito Timur Melly Novita Indra Gunawan memimpin pemberian makanan tambahan untuk percepatan penurunan stunting di Kecamatan Awang, Selasa, 14 November 2023.

Dalam sambutannya sebelum memulai kegiatan tersebut, Melly mengatakan, stunting merupakan masalah serius yang menjadi perhatian bersama, terutama dalam hal pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

"Pemenuhan gizi yang optimal pada masa pertumbuhan anak sangatlah penting, karena di masa-masa inilah terbentuknya pondasi dasar bagi kualitas kehidupan mereka di masa depan," ucapnya.

Melly mengatakan, sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo dan penyampaian Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah Ivo Sugianto Sabran, percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting ini memang harus menjadi titik berat dalam    mempersiapkan bangs menghadapi bonus demografi   atau Indonesia Emas 2045. 

"Karena jangan sampai pada saat    tiba waktunya di bonus demografi   nanti, kita akan mendapat    generasi muda yang rendah dari segi intelektual," katanya.

Menurut Melly,  pemberian makanan tambahan merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk memberikan solusi konkrit terhadap permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan bersama.

"Tentunya kita semua menyadari bahwa upaya penurunan stunting ini memerlukan kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Melalui program ini, kita tidak hanya memberikan makanan tambahan, tetapi juga memberikan pendampingan dan edukasi kepada ibu-ibu tentang pentingnya pola makan seimbang dan gizi yang baik untuk pertumbuhan anak-anak kita," terangnya.

Ketua TP PKK menjelaskan, keberhasilan program itu tidak hanya terletak pada jumlah makanan yang diberikan, tetapi juga pada pemahaman ibu-ibu tentang pentingnya peran mereka dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak secara optimal.

"Saya berharap program-program percepatan penurunan stunting ini dapat berjalan optimal di Kecamatan Awang, khususnya program-program dari Pokja IV PKK Kecamatan untuk melakukan pendekatan holistik dengan sosialisasi dan pelatihan kepada ibu-ibu tentang pentingnya pola makan seimbang, pencegahan stunting, perawatan anak yang baik serta terlaksananya pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan anak-anak dan memberikan pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan," lanjutnya.

--page

Berdasarkan data prevalensi stunting hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023, Barito Timur masih berada di angka 22,85 persen, sedangkan target nasional di tahun 2024 berada pada persentase 14 persen.

"Untuk Kecamatan Awang sendiri, menurut data Aksi Bangda Kemendagri, masih terdapat 31 balita stunting yang tentunya perlu mendapatkan perhatian bersama. Dengan adanya kerja sama dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dari jajaran Pemerintah Kecamatan Awang, saya yakin kita dapat mencapai hasil yang positif dan berkesinambungan. Mari kita bersama-sama menjadi garda terdepan dalam memastikan anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif," tandasnya. (BOLE MALO/R)