BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Selatan, Rahmat Nuryadin mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan revitalisasi bahasa daerah terus berlanjut dan menyasar bahasa lainnya yang ada di Barsel, tidak hanya Bahasa Maanyan.
"Pemkab Barsel berharap revitalisasi bahasa daerah terus berlanjut dengan menyasar bahasa lain yang ada di Barsel ini," kata Nuryadin dalam siaran pers yang dikirimkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah kemarin.
Memang Nuryadin mengatakan hal tersebut saat membuka kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang diselenggarakan di kabupaten Barito Selatan kemarin. Kegiatan yang dibuka kemarin masih berlangsung hingga hari ini dan ditutup besok.
"Pemkab Barsel juga berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah melalui program Mulok di Barsel. Karenanya kami senang karena kegiatan ini ditujukan untuk generasi muda siswa siswi tingkat SD dan SLTP dari Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Timur, dan Kabupaten Barito Utara," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng, Muhammad Muis dalam keterangan resminya mengatakan bahwa Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu atau FTBI ini sebagai ajang bagi para tunas muda untuk melestarikan bahasa daerah.
--page
"Dengan terselenggarakannya kegiatan ini diharapkan eksistensi bahasa daerah dapat kembali bangkit, dan semakin digemari semua generasi, khususnya generasi muda," katanya.
Bahasa dan sastra daerah di Indonesia, lanjutnya, harus terus dilindungi agar tetap menjadi kebanggaan dan identitas lokal dalam bingkai persatuan dan kesatuan Indonesia.
Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu ini dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Selatan, Asisten II Sekretariat Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Barito Utara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Barito Selatan dan sejumlah pejabat lainnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









