TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Berbagai aktivitas modern menyebabkan perubahan iklim yang memicu timbulnya segudang permasalahan turunan seperti pola hujan ikut berubah, muka air laut naik hingga dampak lain yang mengancam langsung kehidupan manusia seperti badai, gelombang laut, banjir, kekeringan, abrasi air laut, anomali musim, polusi udara, longsor, ancaman ketahanan pangan, rob serta meningkatnya wabah penyakit terkait iklim seperti malaria, demam berdarah, diare, termasuk beberapa jenis penyakit yang baru terindentifikasi.

Kondisi itu membangkitkan kepedulian perusahaan tambang batubara PT Adaro Indonesia untuk mendukung pengembangan Program Kampung Iklim atau ProKlim yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Barito Timur di Desa Bagok.

ProKlim merupakan program nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sejak tahun 2012. Program ini bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain dalam penguatan kapasitas dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan dan dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

DLH Barito Timur pada tahun 2023 mengusulkan tiga calon desa ProKlim, yaitu Desa Balawa dan Muara Duyung di Kecamatan Pematang Karau serta Desa Bagok di Kecamatan Benua Lima. ProKlim yang dijalankan DLH di Desa Bagok itulah yang mendapatkan dukungan dana Corporate Social Responsibility atau CSR PT Adaro Indonesia.

"Tahun ini (2023) bantuan yang diberikan melalui CSR atau PPM (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) PT Adaro Indonesia untuk ProKlim di Desa Bagok memasuki tahap kedua," ungkap Kepala DLH Barito Timur Mishael saat diwawancarai, Rabu, 15 November 2023.

--page

Sokongan anggaran yang diberikan PT Adaro Indonesia selanjutnya digunakan untuk pengadaan bibit tanaman buah seperti petai, nangka dan durian yang dibagikan ke setiap rumah tangga di Desa Bagok dan selebihnya ditanam di kebun desa.

"Kami berterima kasih atas bantuan PPM dari PT Adaro Indonesia di Desa Bagok, semoga dukungan yang diberikan perusahaan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap warga setempat dalam upaya mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim," ucap Mishael bersemangat memaparkan progam tersebut.

Mantan kepala dinas perikanan itu berharap dengan adanya ProKlim, ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim dapat meningkat dan dampak buruk perubahan iklim seperti kekeringan dan krisis pangan dapat ditekan.

Kepala Desa Bagok Risa Ramayati pun tak kalah antusias dengan program itu. Dia mengaku menyambut baik ProKlim yang sudah dua tahun dilaksanakan DLH Barito Timur dan PT Adaro Indonesia di desa yang dipimpinnya.

Kelak bibit tanaman buah-buahan yang dibagikan dalam ProKlim akan membuat Desa Bagok semakin hijau dan sejuk, selain itu juga akan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan warga karena buah nangka, petai dan durian memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

--page

"Kami ingin program ini terus berlanjut sehingga Desa Bagok menjadi desa yang asri dan sejahtera serta statusnya meningkat dari desa kategori ProKlim Madya, Utama hingga ProKlim Lestari," ucapnya. ProKlim Lestari adalah penghargaan tertinggi untuk ProKlim. Salah satu syarat untuk mencapai Proklim Lestari adalah Proklim Utama melakukan replikasi dan membina 10 ProKlim baru.

PT Adaro Indonesia menegaskan komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan. CSR Department Head PT Adaro Indonesia Firmansyah, mengatakan, perusahaan sangat peduli dengan isu-isu lingkungan yang berkembang saat ini.

Isu lingkungan telah menjadi permasalahan prioritas PT Adaro Indonesia karena peningkatan kerusakan lingkungan dapat memiliki dampak serius, termasuk perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, krisis air, serta kesehatan manusia yang terancam.

Perusahaan tambang batubara itu menilai langkah-langkah konservasi dan perlindungan lingkungan menjadi semakin penting untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim tersebut.

PT Adaro Indonesia memberikan bantuan tahap kedua untuk ProKlim di Desa Bagok selain karena alasan desa itu berada di wilayah operasional perusahaan, sebelumnya telah ada program PT Adaro Indonesia yang juga mendukung kegiatan ProKlim di sana.

--page

"Perubahan iklim adalah salah satu pembahasan strategis perusahaan kami dalam perkembangan isu lingkungan. Kami harap gerakan masyarakat yang sadar akan kelestarian lingkungan dapat terwujud melalui Program Kampung Iklim (Proklim) yang kami dukung di Desa Bagok," kata Firmansyah.

Untuk keberhasilan ProKlim di Desa Bagok, pada tahap pertama tahun 2022 PT Adaro Indonesia memberikan bantuan senilai Rp30 juta, berikutnya pada tahap kedua tahun 2023 perusahaan itu meningkatkan nilai bantuan menjadi Rp75 juta.

"Jadi karena sudah ada program sebelumnya yang mendukung, kita tinggal melengkapi beberapa paramater lainnya untuk meningkatkan Desa Bagok dari ProKlim kategori Pratama ke Madya," terangnya.

Ternyata selain mendukung ProKlim Kementerian LHK pada beberapa desa di wilayah kerja perusahaan, PT Adaro Indonesia sendiri memiliki program yang dinamakan Kampung Adaro Sehat dan Ramah Lingkungan atau disingkat Kampung ASRI di Desa Jaro Kabupaten Tabalong sejak tahun 2018 yang masih berjalan hingga sekarang.

"Program Kampung ASRI di Desa Jaro meliputi langkah mitigasi perubahan iklim yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan budaya ramah lingkungan seperti hemat energi, penghijauan, penaggulangan polusi serta penerapan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengelolaan sampah," ujar Firmansyah menjelaskan. (BOLE MALO/j)