BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah melalui serangkaian tahapan panjang Revitalisasi Bahasa Daerah atau RBD sejak awal tahun, tahun ini Buntok menjadi tuan rumah untuk lomba berbahasa Dayak Maanyan, sementara bahasa Dayak Ngaju dilaksanakan di Palangka Raya, dan bahasa Melayu Kotawaringin dilaksanakan di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.
"Selain perlombaan, ada ekshibisi atau penampilan berbahasa Dayak Bakumpai dari Barito Utara juga, selain memang Bahasa Maanyan," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis dalam keterangan resminya pada Rabu, 15 November 2023 kepada Borneonews.
Revitalisasi Bahasa Daerah ini dilaksanakan secara serius. FTBI Provinsi Kalimantan Tengah tahun ini dilaksanakan di tiga wilayah yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Barito Selatan, dan Kota Palangka Raya.
Pada tanggal 7-9 November 2023 FTBI telah sukses diselenggarakan di Kabupaten Kotawaringin Barat dengan fokus bahasa Melayu Dialek Kotawaringin. Kemudian pada 14-16 November 2023, Kabupaten Barito Selatan menjadi tuan rumah terselenggarakannya FTBI ini dengan fokus bahasa Dayak Maanyan. Terakhir, akan ditutup FTBI di Kota Palangka Raya dengan fokus bahasa Dayak Ngaju pada tanggal 21-23 November 2023.
"Tiga sampai empat hari ke depan, kita akan menyaksikan adik-adik Tunas Bahasa Ibu kita dari tiga kabupaten yang akan menunjukkan kemampuan terbaiknya berbahasa daerah. Kita doakan agar adik-adik dapat tampil maksimal dan diberikan kelancaran hingga akhir," tutur Muis lagi.
--page
Juara bukan tujuan, lanjutnya, anak-anak berpartisipasi dalam kegiatan ini saja sudah merupakan sebuah kebanggan yang luar biasa.
"Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi pula atas kerja sama yang baik antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana," katanya lagi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, senantiasa memberi apresiasi dan dukungan kepada semua pihak yang melakukan segala upaya yang berkaitan dengan pelindungan bahasa dan sastra daerah.
"Semoga melalui Revitalisasi Bahasa Daerah ini, eksistensi bahasa daerah dapat kembali bangkit, dan semakin digemari semua generasi, khususnya generasi muda. Semoga kegiatan ini dapat menjadi ruang apresiasi yang baik agar kita semua semakin bangga menggunakan bahasa daerah," tutup Muis. (TESTI PRISCILLA/H)









