TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebanyak 166 nelayan yang tersebar pada 5 desa di Kabupaten Barito Timur menerima bantuan Program Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur Abianhin saat menyampaikan laporan pada kegiatan Sosialisasi Teknis Program Konversi BBM ke BBG untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran, yang dilaksanakan di Balai Desa Pulau Patai, Rabu, 15 November 2023.

"Khusus untuk hari ini kita melakukan penyerahan dan pendistribusian bagi 78 orang nelayan sasaran untuk Desa Magantis dan Desa Pulau Patai. Selanjutnya untuk Desa Tampu Langit dan Kalinapu sebanyak 61 orang nelayan akan dibagikan pada 16 November 2003, dan terakhir untuk Desa Juru Banu akan dilanjutkan pada tanggal 17 November 2023," ujarnya.

Sementara itu dalam sambutannya mewakili Pj Bupati Barito Timur, Asisten II Sekda Amrullah mengatakan, program konversi BBM ke BBG dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan program baru dan sangat bermanfaat bagi para nelayan Barito Timur di tengah meningkatnya harga BBM, sehingga dengan program itu akan mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh nelayan dalam mencari dan mengangkut hasil ikan.

"Sebagaimana yang dilaporkan kepala dinas perikanan dan peternakan tadi bahwa pada tahun 2023 ini hanya 166 orang nelayan yang terakomodir untuk mendapatkan bantuan konversi BBM ke BBG, hal ini masih sangat jauh dari yang telah diusulkan yaitu sebanyak 645 nelayan sasaran. Untuk itu melalui perwakilan dari Kementerian ESDM dan anggota DPR RI Komisi VIII Dapil Kalimantan Tengah, saya sangat berharap agar program ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," ucapnya.

Amrullah juga berharap para nelayan yang sudah menjadi sasaran program agar memanfaatkan bantuan tersebut secara baik dan benar agar dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan dan menambah pendapatan keluarga.

"Kemudian dalam pengoperasian peralatan bantuan ini agar para nelayan sasaran memanfaatkan momen kegiatan sosialisasi dengan tim penyedia dan tenaga teknis sehingga jika ada kendala di kemudian hari bisa diatasi sendiri," pesannya.

Khusus kepada nelayan lainnya yang belum mendapatkan bantuan program konversi BBM ke BBG, dia memastikan pemerintah daerah akan terus mengusulkan data agar dapat diakomodir pada tahun-tahun berikutnya.

--page

"Pada kesempatan ini saya juga berpesan kepada bapak dan ibu sekalian agar dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan tidak menggunakan cara-cara yang ilegal seperti penyetruman, penggunaan bahan peledak, penggunaan racun serta bahan berbahaya lainnya karena akan berdampak buruk bagi lingkungan dan berkurangnya habitat ikan di perairan," tandasnya.

Kegiatan sosialisasi itu dihadiri perwakilan dari Kementerian ESDM, Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Ketua Partai Gerindra Barito Timur, perwakilan Pertamina Patra Jasa, jajaran Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur, Camat Dusun Timur m, Camat Paju Epat, Kades Pulau Patai. Babinsa, Bhabinkamtibmas serta nelayan sasaran bantuan. (BOLE MALO/R)