Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi di luar Pulau Jawa terus meningkat. Sebarannya, pada kuartal I/2016, tumbuh menjadi Rp65,8 triliun (44,9%) ketimbang periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 43,9% atau senilai Rp54,7 triliun.
Secara tidak langsung, porsi investasi di Pulau Jawa menurun 1% pada kuartal I/2016. ‘’Tetapi secara wilayah, realisasi investasi Januari sampai Maret 2016 terbanyak masih di Pulau Jawa dan Bali, yakni 56,6% atau Rp82,9 triliun dengan penanaman modal asing (PMA) sebesar 3,7 miliar dolar AS miliar dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp31,6 triliun, “ ungkap Kepala BKPM, Franky
Sibarani, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/4/2016).
Realisasi investasi Pulau Jawa pada kuartal I/2016, menurut laporan BKPM mencapai Rp80,7 triliun (55,1%) dari periode yang sama 2015 (56,1%). Selanjutnya, Pulau Sumatera memiliki realisasi investasi Rp82,9 triliun (56,6%) dengan PMA mencapai 2 miliar dolar AS dan PMDN Rp5,1 triliun.
Sementara Pulau Kalimantan memiliki realisasi investasi Rp16 triliun (10,9%) dengan PMA mencapai 300 juta dolar AS dan PMDN Rp11,7 triliun. Realisasi investasi Pulau Sulawesi sendiri mencapai Rp8,6 triliun (5,9%) yang terdiri dari PMA 500 juta dolar As dan PMDN Rp1,8 triliun.
Lalu untuk Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua memiliki realisasi investasi Rp6 triliun (4,1%) dengan PMA mencapai 400 juta dolar As dan PMDN Rp60 miliar. Secara keseluruhan realisasi investasi kuartal I 2016 sampai Rp146,5 triliun atau naik 17,6% ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Sepanjang Januari-Maret 2016 terdapat 1.747 proyek baru yang mulai melakukan realisasi. Tercatat pula realisasi PMA naik 17,1% atau Rp96,1 triliun pada kuartal I/2016 dari Rp82,1 triliun pada kuartal I/2015, sedangkan realisasi PMDN naik 18,6% dari Rp42,5 triliun menjadi Rp50,4 triliun pada rentang waktu yang sama.
Serap tenaga kerja
Seiring dengan meningkatnya realisasi investasi baik PMA dan PMDN, penyerapan tenaga kerja Indonesia juga semakin meningkat. Dengan pertumbuhan realisasi investasi 17,6% pada kuartal I/2016 serapan tenaga kerja naik 3,08% dari 315.229 orang pada kuartal I tahun lalu menjadi 327.170 orang.
“Untuk proyek PMDN terserap 136.560 orang tenaga kerja. Naik 20,5% dari kuartal I sebelumnya yang 113.342 orang dan PMA menyerap 190.610 orang atau turun 5,6% dari 201.287 orang pada kuartal I/2015,” kata Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis.
Proporsi serapan tenaga kerja dari luar Jawa mencapai 146.320 orang atau naik 17,1% ketimbang periode yang sama tahun lalu (124.191 orang). Sedangkan di luar Pulau Jawa serapan menurun 5% atau sebesar 180.850 orang dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 190.298 orang.
(MI/B-1)








