BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt. Kepala Badan Pusat Statistik RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, beras menjadi penyumbang inflasi terbesar.
Hal ini berdasarkan analisinya baik secara bulanan, tahunan maupun tahun kalender. Akan tetapi, harga beras pada minggu pertama November berangsur-angsur menurun, jika dibandingkan minggu sebelumnya.
"Beras masih tinggi levelnya dan belum menunjukkan penurunan, tetapi sudah menunjukkan harga yang mendatar, tidak ada tanda-tanda kenaikan tetapi harga flat di level yang masih tinggi," kata Amalia saat menghadiri rapat inflasi dengan Pemerintah Provinsi Kalteng, Rabu, 15 November 2023.
Ia mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nasional mengungkapkan, komoditas beras merupakan penyumbang inflasi terbesar selama tiga bulan berturut-turut atau sejak Agustus-Oktober 2023.
"Misalnya, pada Oktober 2023, komoditas ini menyumbang inflasi terbesar sebesar 1,72 persen dengan andil 0,06 persen. Kemudian secara akumulatif selama 2023, beras juga menyumbang andil inflasi terbesar yaitu 0.49 persen secara (year-to-date/ytd) di Oktober 2023," jelasnya.
--page
Sehingga, ia mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan intervensi agar inflasi bahan pangan tak semakin naik. Dengan cara mengontrol harga pasar serta stok dan harga. Baik itu di kabupaten/kota, provinsi, dilakukan pengecekan oleh pemerintah setempat. (MARINI/j)









