PEMERINTAH Kabupa­ten Katingan mengge­lar apel siaga kebakar­an hutan dan lahan, Senin (25/4).


Apel ini guna mengantisipa­si kebakaran hutan dan lahan (Karlhutla) saat kemara­u.


Pada apel siaga yang dipim­pin Bupati Ahmad Yantenglie itu terlebih dulu dibacakan ikrar bersama oleh perwakil­an koramil, polsek, dan tokoh masyarakat.


Ada lima poin kesepakatan bersama itu. Yakni menganti­sipasi musim kemarau 2016 tidak terjadi karhutla, mem­per­siapkan seluruh kompo­nen dan sumber daya untuk mencegah terjadinya karhut­la.


Jika terjadi kebakaran maka bersama-sama masayarakat me­lakukan pemadaman. Lalu menginformasikan dan mensosialisasikan kepada ma­syarakat untuk tidak me­nyi­apkan lahan dengan cara membakar dan segera mela­porkan kepada bupati jika ter­jadi kebakaran.


Dalam kesempatan ini bu­pa­ti mengapresiasi apel siaga ini. “Mudahan dengan apel si­aga ini semua pihak bersama-sama melakukan upaya sedini mungkin soal antisipa­si Karhutla,” katanya.


Menurutnya dampak kar­hutla sudah dirasakan ma­syarakat Katingan maupun­ Kalteng terutama pada 2015 lalu.


“Betapa buruknya dampak akibat kebakaran hutan dan lahan, sebab selain kerugian ma­terial dan inmaterial, hal ne­gatif lain semua masyara­ka­t mengalami dampaknya seperti gangguan kesehatan dan transportasi,” sebutnya.


Bupati mengatakan visi lingkungan daerahnya ‘Kon­ser­vasi Katingan untuk Borneo tidak ingin dicederai de­ngan adanya kebakaran hutan dan lahan.


“Betapa malunya kita jika vi­si lingkungan ini tidak sesuai dengan lingkungan hidup karena banyak hutanny­a yang terbakar. Untuk itu dengan apel ini mari kita bulat­kan tekad bersama dengan daya upaya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan 2016 ini,” katanya,


Selama ini daerah yang pa­ling rawan Karhutla ada di Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala.


Kapolres­ Katingan AKBP Ta­to P Suyono menegaskan pa­ra pelaku Karhutla bakal di­tindak tegas. (B-6)