BORNEONEWS, Palangka Raya - Kasus kematian ibu dalam tiga tahun terakhir, paling banyak terjadi pada tahun 2021. Ini berdasarkan data laporan tahunan dari kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, untuk jumlah kematian ibu dari tahun 2020 berjumlah 68 kasus (126,2/100.000KH), 2021 berjumlah 98 kasus (218,7/100.000KH), dan tahun 2022 berjumlah 64 kasus (146/100.000KH).
Beberapa penyebab kematian ibu yaitu perdarahan 34 persen, hipertensi dalam kehamilan 16 persen, gangguan sistem pembuluh darah 6 persen.
Kemudian, infeksi 2 persen, gangguan metabolik 2 persen, Covid-19 dengan presentase 23 persen dan selebihnya atau 13 persen disebabkan penyakit lainnya.
"Kasus kematian ibu terbanyak pada tahun 2021 sebanyak 98 kasus, akibat perdarahan," katanya, Kamis, 16 November 2023.
--page
Dia menambahkan, dari hasil analisis data, tempat kejadian kematian ibu 56 persen terjadi di RSUD, 24 persen terjadi di rumah, 15 persen terjadi di perjalanan saat dirujuk ke RSUD dan ada 5 persen kematian di Puskesmas. (MARINI/Y)









