PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah masuk dalam 10 besar tertinggi kasus kematian ibu dan bayi. Provinsi lainnya dengan presentase tertinggi yaitu Aceh, Papua, Sulawesi Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali dan Sulawesi Tengah.

Berkaca dari data itu, di tahun 2023, semua kabupaten/kota Provinsi Kalteng menjadi lokus percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan, pencapaian target proyek prioritas dalam RPJMN sampai dengan tahun 2024, untuk percepatan penurunan AKI sebesar 183/100.000 KH dan penurunan AKB sebesar 16/1.000 KH.

"Maka kami melakukan kegiatan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon (AMP-SR), diharapkan mampu menghasilkan analisis mendalam untuk mencari akar permasalahan dan rekomendasi atau solusi," katanya, Kamis, 16 November 2023.

Ia menambahkan, AMP-SR sebagai langkah jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Itu dapat dilakukan sebagai respon menjawab masalah yang terjadi yang sebenarnya dapat dicegah agar tidak terulang kembali kejadiannya.

--page

"Sekaligus sebagai upaya agar kedepannya Kalteng tidak masuk lagi ke dalam 10 provinsi dengan persentase kematian ibu dan bayi tertinggi," tandasnya. (MARINI/Y)