BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Peristiwa terjadinya aksi kekerasan di atas KM Awu milik PT Pelni yang mengakibatkan 2 orang meninggal dan 3 orang luka - luka menjadi musibah mendalam bagi penyedia jasa transportasi kapal laut milik BUMN ini.
Untuk itu atas nama manajemen, Kepala PT Pelni Cabang Pangkalan Bun Rony Abdullah menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.
"PT PELNI menyampaikan permohonan maaf terutama kepada korban meninggal dunia dan luka, serta kepada seluruh penumpang KM Awu atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden ini," kata Rony Abdullah, Kamis, 16 November 2023.
Apa yang terjadi ini adalah musibah dan tidak ada yang menginginkanya terjadi. Kemudian di sisi lain tentu ini menjadi catatan untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengamanan calon penumpang.
"Terkait teknis pemeriksaan penumpang sebelum naik kapal dan kenapa ada senjata tajam dibawa oleh penumpang, kami tidak bisa memberikan statment bagaimana senjata tajam itu bisa naik ke atas kapal, karena bukan wewenang kami," ungkapnya.
Dalam insiden tersebut tentu pihaknya akan bertanggungjawab. Ia pun menyampaikan pasca mendapatkan informasi adanya insiden.
Pihaknya telah menyiagakan beberapa ambulance untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat segera setelah kapal sandar di Pelabuhan Kumai.
"Pasca kejadian, kami langsung koordinasi dengan pihak berwenang, di antaranya KSOP Kumai, KPPP, Kepolisian, unsusr TNI, Tim Sar, Puskesmas Kumai serta instansi terkait lainnya," tuturnya.
Kemudian untuk selanjutnya korban atas nama Ismail rencananya akan dipulangkan ke Jawa, dan masih dilakukan koordinasi dengan pihak terkait.
"Korban yang dari Jawa akan kita kembalikan pada keluargannya di Jawa. Saat ini masih dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk kepolisian dan dinas sosial," tuturnya. (DANANG/R)









