PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengelolaan Sumber Daya Air adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air.

Hal ini disampaikan Kepala Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Bidang Perekonomian Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara, Ir Tarsudi dalam kegiatan Workshop Input Draft Pedoman Teknis yang Mendukung Keberlanjutan Sumber Daya Lahan di Provinsi Sumatera Utara pada Kamis, 17 November 2023.

Kegiatan tersebut diisi dengan pemaparan tentang Pedoman Teknis yang Mendukung Keberlanjutan Sumber Daya Lahan di Sumatera Utara yang disampaikan Profesor Rahmawaty dan Prof Abdul Rauf dengan dimoderatori oleh Binti Maniyah Sitakar.

"Agar kegiatan konservasi sesuai dengan kondisi landscapenya, maka perlu disusun panduan konservasi," kata Tarsudi.

Saat ini menurutnya USAID IUWASH Tangguh bersama para Tenaga Ahli sedang melakukan penyusunan dokumen Pedoman Teknis “Kesesuaian Tanaman dan Implementasi Konservasi Tanah dan Air pada Lahan Kritis” Pedoman teknis ini berisi tentang Kesesuaian Tanaman Penghijauan dan Reboisasi Berdasarkan Zona Agroklimat dan Fungsi Konservasi yang menguraikan kesesuaian tanaman konservasi dan implementasi konservasi tanah dan air.

--page

"Pedoman teknis ini merupakan salah satu upaya kita dalam mendukung keberlanjutan Sumber Daya Lahan di Sumatera Utara," bebernya.

Agar pedoman teknis ini mendapatkan masukan, dapat dipahami dan dilaksanakan oleh para pihak terkait, maka USAID IUWASH Tangguh memfasilitasi workshop input yang akan melibatkan parapihak terkait.

"Untuk itu kita berterima kasih kepada Prof Abdul Rauf dan Prof Rahmawaty sebagai narasumber acara Workshop Input Draft Pedoman Teknis yang Mendukung Keberlanjutan Sumber Daya Lahan di Provinsi Sumatera Utara ini," tuturnya lagi.

Sementara itu, Profesor Rahmawaty, salah seorang narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa penyusunan isi buku panduan teknis ini akan diawali dengan Riset Awal, yakni dengan mengumpulkan data yang akan digunakan dalam penulisan buku, mengidentifikasi penelitian dan studi kasus yang relevan.

"Kemudian akan dilakukan Pengembangan Struktur Buku yakni membuat kerangka umum buku yang mencakup bab, sub-bab, judul dan menentukan urutan logis dari setiap topik," jelasnya.

Kemudian akan dilanjutkan Penulisan Konten yakni menulis setiap bagian buku berdasarkan kerangka yang telah dibuat dan informasi yang disajikan relevan, terbaru, dan mudah dipahami oleh pembaca target.

--page

"Akan disertakan juga gambar dan grafik yakni mengidentifikasi gambar, grafik, atau ilustrasi yang perlu dimasukkan untuk memperjelas konsep," tutur Prof Rahmawaty lagi. (TESTI PRISCILLA/j)