PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Achmad Rasyid mengingatkan kepada pemda khususnya di Kalteng ini supaya jangan hanya mengendalkan komoditas tertentu saja untuk diekspor.

Misalnya hasil pertambangan seperti batu bara dan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Dua komoditi ini tidak bisa dijadikan andalan, sebab dari segi harga yang sering mengalami fluktuasi.

"Jadi pengaruh dua komoditi itu terhadap ekonomi kadang tidak menentu, sehingga perlu menggali 6alan utamanya yang memiliki nilai ekonomi tinggi," ucapnya, Jumat, 17 November 2023.

Menurutnya, ada banyak potensi yang bisa dijadikan andalan daerah khususnya untuk meningkatkan perekonomian melalui kegiatan ekspor, diantaranya seperti pertanian, perikanan maupun perkebunan.

"Beberapa dari sektor itu memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan perekonomian daerah apabila dikembangkan atau dikelola dengan baik misalnya perkebunan, itu saya rasa sangat menjanjikan," ujarnya.

--page

Ia menuturkan, Kalteng seharusnya perlu mencontohkan Provinsi Jambi. Daerah tersebut menjadikan hasil perkebunan maupun pertanian sebagai sektor unggulan ekspor daerah misalnya pinang, kayu manis, dan kopi.

Kalteng tentu sangat menjajikan untuk mengimplementasi pengembangan sektor itu karena didukung lahan yang sangat luas, tinggal hanya disiapkan proram dan anggaran serta pengelolaan yang maksimal.

"Upaya dari Pemprov Kalteng memang sudah ada sebenarnya seperti program udang vaname, pengembangan kakao, kopi, integritas sapi sawit dan lain-lain, hanya saja semua itu belum terlihat hasilnya," imbuhnya. (DONNY D/Y)