PEMERINTAH Kabupaten Su­­ka­mara menerima bantu­an pro­gram corporate soci­al res­ponsibility (CSR) atau tang­gung jawab sosial perusa­ha­an khusus bidang pendidikan dari salah satu perusahaan per­kebunan kelapa sawit, Se­nin (25/4/2016).


Bantuan itu diterima Bupati Sukamara Ahmad Dirman dengan di­dampingi Wa­kil Bupati Windu Subagio, Se­kretaris Daerah Sumantri, ser­ta Kepala Dinas Pendidik­an Pemuda dan Olahraga Su­trisno.


Bupati seusai menerima ban­tuan mengaku mengapre­si­asi kepedulian perusahaan yang telah menyalurkan CSR un­tuk bidang pendidikan.


Ia berharap adanya CSR itu bisa membantu mahasiswa kurang mampu untuk meri­ngan­kan biaya pendidikan me­reka.


“Ini sangat positif sekali. Wa­laupun hanya beberapa per­sen atau beberapa puluh per­sen dari program CSR un­tuk memberikan bantuan langsung kepada para maha­sis­wa. Berapapun besaran bantuan yang disampaikan kepada kita, ini manfaatnya sangat besar sekali,” kata Bupati yang sudah menjabat se­lama dua periode.


Dirman berharap, bantuan CSR yang disalurkan pi­hak perusahaan bisa terus ber­lanjut di tahun-tahun be­ri­kutnya.


Selain itu, orang nomor sa­tu di Bumi Gawi Barinjam ter­sebut juga meminta pe­ru­sa­haan lain yang belum menyerahkan atau membe­ri­kan bantuan CSR bagi program pendidikan agar segera me­mu­lainya.


“Bagi perusahaan yang belum menyerahkan bantuan da­na CSR untuk pendidikan agar bisa mengikuti perusa­ha­an yang sudah menyerahkan ke­pada pemerintah daerah dan akan langsung disalurkan oleh Dinas Pendidikan Pe­muda dan Olahraga bagi ma­hasiswa yang membutuhkan,” ucapnya.


Sedangkan Kepala Dinas Pe­muda dan Olahraga Sukama­ra Sutrisno mengatakan ba­wah bantuan pendidikan yang diserahkan perusahaan akan langsung disalurkan ke­pada mahasiswa penerima.


Namun, proses penyaluran bantu­an akan melihat dan memper­ha­tikan beberapa kriteria, supaya tepat sa­­saran.


“Jika bantuan tersebut ti­dak mencukupi akan kita se­leksi lagi mahasiswa yang ku­rang mampu. Tetapi kalau ma­sih tidak cukup, akan kita se­leksi lagi kepada mahasis­wa semester akhir. Dan jika ma­sih saja kurang cuku, kita peras lagi untuk mahasiswa se­mester akhir yang sedang me­lakukan penelitian atau skrip­si,” ungkap Sutrisno.


Ia melanjutkan, untuk ban­tu­an dari CSR perusahaan yang disampaikan sebelumnya, telah diserahkan kepada mahasiswa yang sedang me­nempuh pendidikan di Universitas Palangka Raya (UPR).


“Mengingat anggaran yang di­berikan terbatas, bantuan di­prioritaskan bagi mahasis­wa yang kuliah di daerah dan masuk kriteria kurang mampu,” ujar Sutrisno. 

(MG-13)