BORNEONEWS, Sampit - Kasus demam berdarah (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) didominasi oleh siswa SD.
"Kasus DBD dari bulan Januari sampai dengan hari ini berjumlah 441 orang yang didominasi oleh anak SD dan anak SMP," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim Umar Kaderi, Jumat, 17 November 2023.
Dinkes Kotim mencatat kasus DBD berdasarkan status pendidikan siswa SD ditemukan 189 kasus, SMP ada 54 kasus, SMA ada 33 kasus, TK ada 51 kasus, usia belum sekolah 59 kasus, dan lulus sekolah 54 kasus.
Ia mengatakan, faktor banyaknya kasus DBD pada siswa SD bisa jadi karena lingkungan sekolah terdapat genangan air pada pot bunga, kaleng bekas dan penampungan dispenser.
"Jentik-jentik hidup di tempat-tempat dimana ada genangan air bersih yang tidak mengalir," ujarnya.
--page
Pihaknya menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3 M untuk upaya pencegahan. Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa.
Namun pihaknya tetap melakukan fogging saat muncul kasus di wilayah tertentu dan sebelumnya dilakukan penyelidikan epidemiologi.
"Jika ada indikasinya 50 meter persegi ada kasus positif DBD itu kita lakukan fogging," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









