GURU Besar Universitas Palangka Raya (Unpar), Norsanie Darlan mengatakan, budaya baca masyarakat Kalteng, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa kian luntur. Ia mengatakan harus ada upaya lebih keras dalam membangun budaya baca.


“Upaya memasyarakatkan kembali budaya baca merupakan tugas yang sangat berat bagi pegawai perpustakaan. Karena selain adanya pergeseran budaya juga karena banyak tantangan yang dihadapi,” kata Norsanie kepada Antara di Palangka Raya, Senin (25/4/2016).


Namun demikian, dia tetap meminta para pengelola perpustakaan dan guru serta para akademisi untuk dapat menjadi pelopor pengembali budaya baca.


Menurutnya, salah satu caranya yang dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada pengunjung yang membaca atau meminjam buku di perpustakaan.


Menurut dia, cara ini dapat dilakukan jika antara pihak yang berkepentingan dapat menjalin kerja sama secara intensif dan berkesinambungan.


“Pengalaman yang pernah saya alami waktu masih berstatus mahasiswa di Malang, setiap hari datang ke perpustakaan, ternyata pihak penyelenggara memberikan penilaian kepada siapa saja yang datang secara rutin. Dalam kurun waktu tertentu, perpustakaan memberikan hadiah,” katanya.


Menurut dia, cara tersebut hanya salah satu ivonasi upaya menumbuhkan minat baca. 


Sementara itu, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Rudiansyah Iden juga mengajak akademisi, mahasiswa, masyarakat serta pelajar untuk datang membaca ke perpustakaan di daerah masing-masing. “Pepatah lama mengatakan bahwa jika kami ingin mengetahui dunia maka rajin-rajinlah membaca,” kata Rusdiansyah. 

(ANT/B-10)