BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) terjadi di Jalan Pangeran Diponegoro, simpang Gang Beruang, Kawasan Makam Skip, Kelurahan Sidorejo, Selasa (26/4/2016) pagi. 


Lakalantas terjadi pada sepeda motor Honda Mega Pro merah G 5868 HW yang dikendarai Sopidin, 20, warga Pangkalan Bun dengan seorang bocah bernama Rehan Aditia Putra (2,5). Sepeda motor itu tertabrak Toyota Avanza DA 8093 TA yang dikendarai Heri Setiyanto, warga kecamatan Pangkalan Lada. 


Dalam lakalantas tersebut, Sopidin terjungkal dan menembus kaca bagian tengah pintu mobil sebelah kiri hingga pecah. Sopidin selamat dan tak mengalami luka apapun. Sementara, Rehan yang dibonceng Sopidin di bagian depan terlempar ke sisi luar dan tergeletak di jalan.


Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Rehan Aditia hanya  mengalami luka robek pada bagian jidat (dahi).


Lakalantas yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB itu berawal dari mobil yang dikendarai Heri Setianto meluncur dari arah Gang Beburak, melawan arus hendak menyeberang ke Gang Beruang samping Kuburan muslim Skip. Bersamaan, sepeda motor Honda Mega Pro yang dikendarai Sopidin membonceng bocah 2,5 tahun itu lantas tak kuasa menahan laju motor, karena jarak terlalu dekat, alhasil tabrakan tak bisa dihindari.


Seorang warga setempat menyebutkan saat tabrakan pengendara motor Sopidin terlempar ke arah depan langsung menembus kaca samping kiri mobil


"Pengendara itu nggak pakai helm tapi tidak mengalami cedera sedikitpun. Hanya saja anak kecil itu terlempar ke arah samping kiri dan luka robek pada dahi dengan darah bercucuran," katanya.


"Barang bukti sepeda motor dan mobil serta sopir kemudian dibawa ke Satlantas Kobar untuk diperiksa lebih lanjut. "Korbannya dibawa ke rumah sakit, sementara kendaraannya kami bawa ke kantor," ungkap Kasat Lantas Polres Kobar, AKP I Kadek Vemil.


Lantaran kejadian yang tiap tahun memakan korban itu, warga meminta arah putar balik di plangson jalan tersebut ditutup. Sebab, kerap kali terjadi insiden kecelakaan pada saat jam sibuk. 


"Harusnya itu jangan ada tempat putar arah, plangsonnya ditutup saja, soalnya sering terjadi tabrakan, Banyak juga pengendara motor bahkan mobil melawan arah untuk berbelok ke seberang jalan cukup jauh," ungkap seorang warga. (CECEP HERDI/m)