TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Seorang siswa kelas X SMK di Kabupaten Barito Timur diduga meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) saat dirawat di RSUD Tamiang Layang, Minggu, 19 November 2023.

Sumber Borneonews menyebutkan remaja warga RT 05 Dusun Ketambung Desa Haringen tersebut sempat mengalami demam selama 3 hari sebelum meninggal.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Timur Jimmi WS Hutagalung saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi pelajar SMK meninggal karena DBD.

"Memang ada yang meninggal (di RSUD Tamiang Layang) warga Dusun Ketambung dengan diagnosis DBD," jawabnya melalui sambungan telepon. Jimmi menjelaskan, pasien tersebut baru dirujuk ke RSUD Tamiang Layang sehari sebelumnya atau Sabtu, 18 November 2023.

"Baru sehari dirawat, awalnya berobat ke Pustu kemudian ke dirujuk ke Puskesmas, karena lemas lalu dirujuk ke rumah sakit,"  terangnya.

Sebelumnya saat diwawancarai pada Kamis, 16 November 2023, Jimmi mengaku terdapat 20 kasus demam yang diduga DBD. Kasus tersebut tersebut ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Tampa, Dayu, Tamiang Layang dan Puskesmas Bambulung.

Dari jumlah kasus tersebut terdapat pasien yang rawat inap, rawat jalan maupun suspek DBD.

"Tapi hingga saat ini kami belum menetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa). Kalau menetapkan KLB kita perlu berhati-hati juga karena harus melihat kondisi pasien juga apakah termasuk KLB. Karena kalau ada kematian baru kita katakan KLB, mudah-mudahan tidak sampai terjadi seperti itu," katanya saat itu.

Menurut Jimmi, setiap penderita demam tidak dapat langsung divonis DBD karena diagnosis demam dengue atau dengue fever (DF) ditandai dengan trombosit dalam darah yang menurun.

Terkait permintaan sebagian masyarakat untuk melakukan fogging atau pengasapan, Jimmi menjelaskan bahwa itu tidak dapat dilakukan sebelum memastikan bahwa ada kasus DBD di wilayah tersebut.

--page

"Kita melaksanakan fogging kalau sudah terdiagnosa DBD, kalau misalnya belum (DBD) tidak bisa karena bahayanya obat fogging ini nyamuk menjadi resistan (kebal terhadap obat tersebut)," jelas Jimmi.

Karena itu, untuk pencegahan penyebaran kasus DBD Kepala Dinas Kesehatan merekomendasikan masyarakat melakukan 5 M yaitu mengubur barang bekas yang dapat menampung air, menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi, menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan dan mengganti air di vas bunga.

"Jadi kita mengimbau masyarakat untuk hidup bersih dan sehat bukan saja saat pandemi covid-19, tapi juga supaya tidak ada genangan air di tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk dan jentik nyamuk berkembang," katanya. (BOLE MALO)