PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini mengatakan, telur ayam ras memiliki potensi memicu inflasi pada bulan ini.

“Berdasarkan pantauan harga komoditas yang berpotensi inflasi November 2023, harga telur ayam ras mulai mengalami kenaikan sejak minggu kedua November,” ungkapnya saat rakor secara virtual bersama pemerintah daerah dan leading sektor terkait, Senin, 20 November 2023.

Ia menyebut, secara rata-rata hingga minggu ketiga November, terjadi kenaikan harga telur ayam ras sebesar 0,16 persen terhadap rata-rata harga Oktober.

Sedangkan daging ayam ras secara rata-rata hingga minggu ketiga November masih mengalami penurunan harga terhadap Oktober.

“Namun, pada minggu ketiga November harga daging ayam ras menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan minggu sebelumnya,” tuturnya.

--page

Setelah itu, harga bawang merah terus meningkat sejak minggu pertama November. Secara rata-rata perubahan harga bawang merah November terhadap Oktober sebesar 8,04 persen.

Ia menambahkan, IPH di minggu ketiga November 2023, secara nasional jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH naik 3% poin dari minggu sebelumnya.

“Jumlah kenaikan tertinggi terjadi di wilayah Pulau Sumatera,” imbuhnya.

Ia menyebut, dari 68,7 persen kabupaten/kota di Pulau luar Pulau Jawa dan Sumatera yang mengalami kenaikan IPH, kenaikan harga tertinggi terjadi di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo dengan nilai IPH 5,58% (y-o-y).

“Cabai merah adalah komoditas yang fluktuasi harganya cukup signifikan di minggu ketiga November 2023,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/Y)