BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Akuntansi RSUD dr. Doris Sylvanus (RSDDS) Ainun Yetty mengakui, permasalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan informasi data berbasis web, adalah pencatatan dan pendataan yang belum valid. Selain itu, juga soal pemeliharaan aset dan penatausahaan Barang Milik Daerah (BMD) yang belum maksimal.
Ia mengatakan, pengelolaan aset BMD RSDDS berasal dari pengadaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Sangat penting dilakukan karena setiap tahun aset BMD selalu bertambah, sehingga jika tidak didata dengan baik, maka hasil data yang didapatkan akan menjadi tidak valid," katanya, Senin, 20 November 2023.
Untuk itu, katanya, perlu dilaksanakan Sistem Informasi Manajemen Aset Rumah Sakit (SIMARS), yang bertujuan untuk semua pengelolaan aset rumah sakit ke depannya akan tertata dengan baik.
"Dengan adanya aplikasi SIMARS ini, diharapkan pengelolaan data akan tercatat secara digital. Sistem yang digunakan memanfaatkan sistem barcode (QR), hal mempermudah keberadaan aset serta informasi lainnya," tandasnya. (MARINI/j)









