PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan, komoditas penyumbang terbesar inflasi di Kalteng saat ini adalah cabai rawit dan cabai merah.

“Kedua komoditas tersebut mengalami fluktuasi harga di pasaran,” ungkapnya usai mengikuti rapat terkait inflasi secara virtual bersama mendagri dan leading sektor terkait dari Ruang Rapat Bajakah Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 20 November 2023.

Ia menilai hal itu bisa menjadi perhatian organisasi perangkat daerah terkait upaya untuk menahan inflasi tersebut supaya terkendali sehingga tidak meluas ke komoditas lain.

“Selain komoditas itu, ayam ras juga mengalami fluktuasi harga,” bebernya.

Yuas menjelaskan Indeks Perkembangan Harga (IPH) atau proxy inflasi di Kalteng minggu lalu berada di angka 2,22 persen (y-o-y).

--page

Angka tersebut menunjukan Kalteng sebenarnya masih masuk kategori aman jika dilihat secara nasional yang IPH atau proxy inflasinya 2,6 persen  (y-o-y).

Sebagai informasi data badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng per awal November 2023 mencatat selama Oktober inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit sebesar 0,57 persen. (HERMAWAN DP/H)