BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Achmad Rasyid berpendapat, apabila hanya mengandalkan komoditas seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan minyak sawit mentah, maka pemerintah Kalteng memiliki risiko tinggi akibat fluktuasi harga yang tidak menentu.
Teruntuk pemerintah daerah (pemda) agar tidak hanya mengandalkan komoditas itu saja dalam ekspor.
"Kita perlu menggali potensi unggulan lainnya, agar dapat meningkatkan ekonomi, karema Kalteng memiliki potensi besar di berbagai sektor yang bisa dijadikan andalan untuk meningkatkan perekonomian melalui kegiatan ekspor," tuturnya, Senin, 20 November 2023.
Ia mencontohkan, ada sektor lain seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan. Menurut sudut pandangnya beberapa sektor ini memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan perekonomian daerah.
"Apabila dikembangkan atau dikelola dengan baik, seperti perkebunan yang saya rasa sangat menjanjikan," tambahnya.
--page
Lalu, ia juga memberikan informasi seperti Provinsi Jambi yang telah berhasil menjadikan hasil perkebunan dan pertanian sebagai sektor unggulan ekspor. Berupa produk pinang, kayu manis, dan kopi.
"Dan ini menjadi daya tarik ekspor dari daerah tersebut. Kalteng tentu memiliki potensi yang sangat besar untuk mengimplementasikan pengembangan sektor ini, terutama dengan dukungan lahan yang sangat luas. Tinggal pengelolaan yang maksimal," jelasnya. (MARINI/H)









