CUACA di Kabupaten Kotawaringin Timur pada akhir April hingga awal Mei, sudah masuk pada musim peralihan antara penghujan dan musim kemarau (pancaroba).

Kepala Stasiun Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Bandara H Asan Sampit, Kotawaringin Timur mengatakan, peralihan musim diperkirakan terjadi pada awal hingga pertengahan Mei 2016. Saat peralihan musim itu, kondisi cuaca tidak menentu, seperti angin kencang, hujan disertai petir.

Kepala Dinas Kesehatan Kotim Faisal Novendra Cahyanto mengatakan, perubahan udara dan temperatur sedikit banyak akan berpengaruh terhadap tubuh. Untuk menyesuaikan dengan perubahan cuaca, tubuh otomatis akan berusaha menyesuaikan dengan suhu sekitar.

“Saat itu pula daya tahan tubuh (imunitas) kita mulai menurun, sehingga sering menyebabkan terserang penyakit,” jelas dia, Selasa (26/4/2016). Selain itu, temperatur dan cuaca yang berubah-ubah memacu virus dan bakteri lebih cepat berkembang biak.

“Berbagai virus dan bakteri yang biasa menyerang pada musim pancaroba di antaranya DBD, diare, ISPA, dan penyakit lainnya,” kata dia.

Khusus untuk DBD dan diare, lanjut Faisal, sejak Januari 2016 hingga saat ini tercatat 68 kasus, dan diare tercatat 689 kasus. Berkaca dari tahun lalu, selama 2015 penderita kedua penyakit ini tercatat untuk DBD 171 kasus. Sedangkan kasus diare cukup tinggi yakni sebanyak 4.955 kasus. 

Faisal mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat menghadapi musim pancaroba nanti. Kondisi cuaca yang tidak menentu harus diantisipasi dengan menjaga kondisi tubuh yang baik agar terhindar dari berbagai penyakit. 

“Lakukan pola hidup sehat. Pastikan asupan makanan dan air putih yang cukup, perbanyak makan sayur dan buah-buahan, serta istirahat yang cukup agar kekebalan tubuh tetap terjaga,” saran dia. (RF/B-7)