PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Sampit - Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memaparkan rincian usulan anggaran mitra kerjanya pada rapat kompilasi penyampaian hasil rapat kerja bersama mitra kerja di Ruang Rapat Paripurna, Selasa, 21 November 2023.

"Komisi II ini awalnya berjumlah 6 dinas, namun pada tahun anggaran 2024 ini sesuai perintah Perda ada penggabungan dua dinas di Mitra kami sehingga jumlah Mitra komisi II agak berkurang menjadi 4 dinas," kata Sekretaris Komisi II DPRD Kotim Syahbana.

Dinas koperasi UMKM dengan Dinas Perdagangan merger serta Dinas Pertanian dan ketahanan pangan juga menjadi satu OPD.

Dia menyampaikan hasil pembahasan anggaran bahwa jumlah pagu indikatif yang berada di komisi II berjumlah Rp 108,207 miliar. Dari total yang ada bahwa pertama Bagian sumber daya alam di sekretariat daerah berjumlah Rp 598 juta tidak ada penambahan. Bagian perekonomian sekretariat daerah berjumlah Rp 430 juta dan tidak ada usulan penambahan.

Berikutnya dari dinas koperasi UMKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang telah bergabung dan secara anggaran disatukan berjumlah Rp 15,683 miliar. Namun pada dinas ini mengusulkan penambahan kurang lebih Rp 6,541 miliar.

--page

"Dari 2 kegiatan yang diusulkan mereka pertama dari bidang koperasi dan UMKM Rp 1,2 miliar dan dari Dinas Perdagangan kurang lebih Rp 5 miliar," ujarnya.

Dinas Perikanan Pagu awal berjumlah Rp 13,884 miliar mengusulkan anggaran tambahan Rp 2 miliar. Ada 5 kegiatan diusulkan Dinas Perikanan salah satunya untuk penambahan pabrik es di Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Kemudian Dinas Lingkungan Hidup pagu awalnya berjumlah Rp 23,895 miliar ada usulan tambahan berjumlah Rp 3,475 miliar. Ia menyebut ada 6 kegiatan yang diusulkan dinas Lingkungan Hidup 

Dinas Pertanian dan ketahanan pangan pagu awal berjumlah Rp 53,744 miliar tidak ada penambahan.

"Sehingga total penambahan di komisi II yang diusulkan berjumlah kurang lebih Rp 10, 243 miliar. Dari pagu indikatif awal Rp 108, 207 miliar menjadi Rp 120,848 miliar," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)