PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Terdapat 2 komoditas biang kerok penyumbang terbesar inflasi di Kalteng saat ini adalah cabai rawit dan cabai merah. 

Kedua komoditas tersebut mengalami fluktuasi harga di pasaran. Itu bisa jadi perhatian OPD terkait bagaimana upaya bersama untuk menahan laju inflasi.

"Supaya terkendali sehingga tidak meluas ke komoditas lain. Selain komoditas itu, ayam ras juga mengalami fluktuasi harga," tutur Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko, Selasa, 21 November 2023.

Kendati demikian, kata Yuas wilayah Kalteng masih masuk kategori aman jika dilihat secara nasional yang IPH atau proxy inflasinya 2,6 persen (y-o-y).

Secara umum, i?asi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. "Nah, komoditas cabai jadi penyumbang terbesar inflasi kelompok ini," tuturnya. 

Faktor penghambat dalam distribusi komoditas cabai yakni kemarau panjang dan banjir disinyalir jadi penyebab mundurnya jadwal tanam dan panen cabai. 

"Akibatnya, pasokan cabai ke pasar terganggu. Akan tetapi, terlepas dari faktor itu, sejatinya Pemerintah Provinsi Kalteng terlihat benar-benar mengatasi problem tersebut, dengan cara melakukan pemantauan harga pasar, dan gerakan tanam cabai bersama," tandasnya. (MARINI/R)