PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kalimantan Tengah Fery Iriawan mengharapkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai pelayanan kesehatan untuk mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi.

Angka kematian tersebut menurutnya, paling rentan saat kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat. 

Ia menjelaskan, pelayanan Posyandu berbeda dengan Puskesmas. Puskesmas memberikan pelayanan setiap hari, sedangkan Posyandu hanya melayani setidaknya satu kali dalam sebulan. 

"Lokasi posyandu umumnya mudah dijangkau masyarakat, mulai dari lingkungan desa atau kelurahan hingga RT dan RW," tuturnya, Rabu, 22 November 2023.

Katanya hadirnya Posyandu memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tentu, hadirnya Posyandu diharapkan untuk menekan angka kematian ibu dan anak.

--page

Ia juga menekankan, agar Posyandu bisa berjalan lebih aktif lagi, sehingga apa yang diharapkan oleh pemerintah terkait pembinaan kesehatan di masyarakat baik itu penurunan angka kematian dan stunting dapat terwujud.

"Pemerintah Provinsi Kalteng terus berupaya menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi baru lahir (AKI dan AKB). Salah satu upayanya adalah dengan pelaksanaan program Posyandu di tiap desa dan kelurahan," tuturnya.

Ia juga menambahkan, didalam Posyandu keberadaan kader diharapkan memberikan dampak yang signifikan dalam menekan AKI dan AKB. (MARINI/j)