BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas diharapkan dapat mengimplementasikan penggunaan aplikasi E-Kohort dan MPDN yang merupakan digitalisasi kohort pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA).
Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas, dr Tonun Irawaty Panjaitan saat membuka kegiatan pertemuan monitoring dan evaluasi pencatatan pelaporan dengan Aplikasi E-Kohort dan MPDN tingkat Puskesmas dengan menghadirkan 52 orang peserta dari 26 puskesmas, bertempat di Fovere.
"Kita mengharapkan untuk seluruh puskesmas bisa mengimplementasikan aplikasi e kohort dan aplikasi MPDN secara maksimal dan optimal untuk seluruh tenaga bidan baik di puskesmas dan di desa termasuk jejaring di klinik swasta," katanya, Rabu, 22 November 2023.
Dikatakannya, kegiatan tersebut juga untuk menjawab tantangan era digitalisasi yang sekarang sesuai dengan tuntutan 6 pilar transformasi kesehatan Indonesia.
Diketahui bahwa 6 transformasi kesehatan Indonesia terdiri dari atas transformasi layanan primer, transformasi rujukan , transformasi sistem ketahanan kesehatan , transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi sdm kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan.
--page
"Transformasi kesehatan secara digital dimana semua pelaporan yang sebelumnya manual sekarang beralih ke elektronik sudah di sosialisasikan aplikasi e-kohort-kia yang merupakan digitalisasi kohort pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)," ucapnya.
Dijelaskannya, wujudnya adalah kohort KIA elektronik yang mencakup data pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, neonataus (bayi baru lahir), bayi dan balita (anak bawah lima tahun).
"Harapannya ini bisa diperhatikan dengan baik oleh peserta dan bisa menggunakan aplikasinya dengan baik," pungkasnya. (DODI/H)









