BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappendalitbang) Kalteng, Leonard S Ampung berharap prevalensi stunting Kalteng dapat kembali menurun pada 2023.
“Kita berharap untuk tahun 2023 dari hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang telah kita kawal bersama terdapat penurunan prevalensi stunting Provinsi Kalteng,” harap Leonard, dalam keterangannya, Rabu, 22 November 2023.
Ia mengungkapkan pencapaian prevalensi stunting di Provinsi Kalteng menempati peringkat ke 11 provinsi tertinggi di Indonesia.
Walaupun tercatat mengalami penurunan prevalensi stunting 0,5 persen dari tahun 2021 sebesar 27,4 menjadi 26,9 persen pada 2022.
Dia berharap melalui kegiatan monitoring dan evaluasi capaian indikator percepatan penurunan stunting Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan TPPS kabupaten/kota.
Terutama dalam mengawal implementasi Pergub 22 tahun 2021 terkait indikator dan kegiatan Percepatan Penurunan Stunting (PPS). (HERMAWAN DP/RILIS/R)








