SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pembangunanan pabrik es batu di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semula direncanakan 2023 tertunda dan akan mulai dikerjakan 2024.

"Karena semula akan dibangun oleh pihak ketiga Namun ternyata tidak ada progresnya sementara masyarakat terus menagih," kata Kepala Dinas Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi, Kamis, 23 November 2023.

Sehingga Bupati Halikinnor memutuskan jika pihak ketiga belum siap maka pabrik es dibangun menggunakan dana APBD 2024 dengan anggaran Rp 2 miliar.

Oboi mengatakan, pembuatan pabrik es di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan untuk mengatasi masalah yang dihadapi nelayan tangkap ikan karena kekurangan es balok yang fungsinya untuk menyegarkan ikan hasil tangkapan.

"Percuma mereka mendapatkan ikan banyak tetapi esnya tidak ada. Karena selama ini hanya ada 1 pabrik di Mentaya Seberang dan kewalahan memenuhi permintaan," ujarnya.

Pabrik es akan dibangun lengkap dengan mesin kapasitas 5 ton per hari atau sekitar 300 sampai 400 balok per hari dan mess karyawan.

--page

"Kami berharap dapat mengentaskan masalah nelayan khususnya di Kota Sampit. Sehingga tangkapan mereka lebih banyak dan awet. Itu akan berdampak pada kesejahteraan nelayan," katanya. (DEWI PATMALASARI/R)