BORNEONEWS, Palangka Raya - Penggunaan bahasa negara, baik di ruang publik, maupun dalam dokumen lembaga, merupakan cerminan sikap bahasa masyarakat.
Hal ini disampaikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis saat penutupan Festival Tunas Bahasa Ibu atau FTBI tingkat Provinsi Kalteng pada Kamis, 23 November 2023.
"Penggunaan bahasa yang tertib dengan mengutamakan bahasa negara di atas bahasa daerah dan bahasa asing menggambarkan masyarakat yang memiliki sikap positif terhadap bahasa negara," kata Muis.
Akan tetapi, lanjutnya, tidak bisa dimungkiri bahwa penggunaan bahasa negara saat ini mengalami pelemahan.
"Pelemahan bahasa negara itu cenderung terjadi seiring dengan penguatan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, di ruang publik dan dalam dokumen lembaga," tuturnya.
Penguatan bahasa asing, lanjutnya,terutama disebabkan oleh arus informasi dan komunikasi global yang makin deras bersamaan dengan mobilitas penduduk antarnegara yang makin intens.
"Ketika arus informasi dan komunikasi serta mobilitas penduduk seperti itu terjadi di wilayah NKRI, bahasa asing cenderung muncul mendesak bahasa negara," tegasnya.(TESTI PRISCILLA/R)









