BORNEONEWS, Palangka Raya - Environment Institute Indonesia atau ENVIRO dan Klaster Penelitian Inovasi Hijau, Produksi-Konsumsi Berkelanjutan dan Energi Terbarukan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia menggelar Simposium dengan topik "Peluang Dan Tantangan Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Indonesia" kemarin.
Kaprodi S2 dan S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Sumatera Utara, Prof Ir Rahmawaty menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut dengan membawa topik "Dialektika Konservasi Hutan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air.
"Konservasi hutan dan pembangkit listrik tenaga air atau PLTA melibatkan kompleksitas hubungan antara dua aspek penting pembangunan berkelanjutan," kata Prof Rahmawaty dalam keterangan resminya kepada Borneonews pada Jumat, 24 November 2023.
Aspek penting tersebut, lanjutnya, ialah melindungi dan menjaga lingkungan melalui konservasi hutan, serta memenuhi kebutuhan energi melalui pembangkit listrik tenaga air.
"Kedua aspek ini harus terpenuhi untuk menjaga keseimbangan antara konservasi hutan dan PLTA menjadi krusial untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan," tegasnya.
Selain Prof Rahmawaty, ada empat pembicara lainnya dalam diskusi yang dipimpin moderator Dr Soleh Rusyadi Maryam tersebut antara lain Rektor Institut Teknologi PLN, Prof Iwa Garniwa dan Founder/CEO Environment Institute yang juga Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Dr Mahawan Karuniasa. Kemudian ada Center for Research on Energy Policy-ITB, Dr Retno Gumilang Dewi, serta Executive Vice Presiden Manajemen Konstruksi PLN-Sumatera Kalimantan Sulawesi, Weddy Bernadi Sudirman.
Kegiatan juga diisi dengan sambutan dari Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan atau SIL Universitas Indonesia, Dr Tri Edhi Budhi Soesilo. Sementara itu, kegiatan dibuka oleh Ketua Kluster Inovasi Hijau, Produksi-Konsumsi Berkelanjutan dan Energi Terbarukan, Dr Ahyahudin Sodri.(TESTI PRISCILLA/R)









