BORNEONEWS, Tamiang Layang - KPP Pratama Muara Teweh dan KP2KP Tamiang Layang memperkenalkan Politeknik Keuangan Negara-Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN-STAN) kepada Pemkab Barito Timur dengan menghadirkan Perwakilan PKN-STAN Raynal Yasni pada acara konsinyering kerja sama dan sinergi untuk meningkatkan penerimaan pajak pusat, pajak daerah serta dana bagi hasil, yang dilaksanakan Banjarmasin, Kamis malam, 23 November 2023.
Kepala KP2KP Tamiang Layang Fakhri Ahadi mengungkapkan, pihaknya telah lama berkeinginan melibatkan PKN-STAN dalam kegiatan di Barito Timur.
“Awalnya karena saya sering melakukan penyuluhan ke SMA-SMA dan sederajat, saya memperkenalkan diri sebagai lulusan PKN-STAN, namun saya agak terkejut karena ternyata di Bartim relatif tidak banyak siswa SMA yang mengetahui keberadaan kampus PKN-STAN," katanya.
Padahal, lanjut dia, PKN-STAN merupakan salah satu alternatif bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, serta bagi siswa yang berkeinginan mengabdi pada nusa dan bangsa sebagai Pegawai Negeri Sipil atau PNS.
“Di sisi lain, dari pengalaman bekerja sama dengan pihak Pemkab Bartim selama ini, kami sering mendengar permasalahan terkait Sumber Daya Manusia (SDM), baik dari segi kuantitas (jumlah) maupun kualitas. Kami berkeyakinan PKN-STAN dapat membantu memecahkan permasalahan tersebut,” tambah Fakhri.
--page
Sementara itu Raynal Yasni menjelaskan, PKN-STAN adalah pendidikan tinggi kedinasan di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. PKN-STAN menyelenggarakan pendidikan program studi diploma di bidang keuangan negara. Selama pendidikan, mahasiswa tidak dipungut biaya pendidikan (gratis) dan diasramakan pada tahun pertama.
"Pendidikan PKN-STAN memakai sistem ikatan dinas dimana setelah lulus dari PKN STAN, para alumni PKN-STAN kan mengikuti tes kemampuan dasar (TKD) yang diselenggarakan oleh BKN dengan kesempatan maksimal 3 kali tes, kemudian jika lulus maka para lulusannya akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)," paparnya.
Meski awalnya dibentuk untuk memenuhi kebutuhan pegawai di Kementerian Keuangan, namun kini lulusan PKN-STAN juga ditempatkan di instansi-instansi lainnya di pemerintah pusat maupun daerah.
"Per tanggal 23 September 2023, jumlah mahasiswa PKN-STAN mencapai 3.395 mahasiswa. Program studi yang diselenggarakan terdiri dari adalah diploma IV akuntansi sektor publik, manajemen keuangan negara dan manajemen aset negara," ungkap Raynal.
Kampus PKN-STAN, kata dia, berlokasi di area metropolitan Jakarta, tepatnya di Jalan Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten. Namun pendaftar tidak perlu datang ke Bintaro karena PKN-STAN membuka lokasi pendaftaran di banyak kota. Di Kalimantan sendiri pendaftar bisa datang ke Balikpapan maupun Banjarmasin.
"Selain menyelenggarakan diploma keuangan reguler, PKN-STAN juga menyelenggarakan program diploma keuangan kerja sama, pelatihan, pelatihan jarak jauh (PJJ), brevet, sertifikasi, penelitian, konsultansi dan kerja sama operasi (KSO) pemanfaatan aset," lanjut Raynal.
--page
Dalam paparannya, Raynal Yasni juga mengungkapkan bahwa PKN-STAN telah melakukan kerja sama dengan berbagai instansi.
“Pada level kementerian misalnya kerja sama dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah misalnya dengan Pemkot Surabaya dan Pemkot Pangkal Pinang. bahkan kami menerima permintaan Republik Demokratik Timor Leste untuk penyelenggaraan diploma IV reguler,” terangnya.
Menurut Raynal, PKN-STAN juga menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat (Pengabmas) yakni pelatihan dan pendampingan terkait penyusunan laporan keuangan, perpajakan, BUMDes, UMKM siap ekspor, pengelolaan badan layanan umum (BLU/BLUD), penilaian aset dan lain-lain.
Paparan Raynal Yasni tersebut disambut baik oleh perwakilan Pemkab Barito Timur yaitu Kepala BPKAD Misnohartaku, Kepala Bapenda Suma Wara Maharati, Kepala DPMDSos Barnusa dan Kepala DPMPTSP Andrunganyan dengan harapan PKN-STAN dapat membantu peningkatan kompetensi pengelola keuangan daerah, membantu peningkatan kapasitas penilai pajak, meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah kecamatan dan desa termasuk BUMDes serta membangun kerja sama analisis data. (BOLE MALO/j)









